oleh

Kembali Ketahuan Berkantor Saat Asimilasi Rumah, Jean Tak Dapat Sanksi

-Berita-143 Dilihat

Ket. Foto :Kepala Rutan Kelas II B Soe, Nixon G.L.Osingmahi,S.Sos.,M.Hum

 

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

SUARA TTS | SOE – Terpidana kasus asusila, Jean Neonufa yang mendapat program asimilasi rumah sudah tiga kali ketahuan berkantor di gedung wakil rakyat. Padahal, menurut Kepala Rutan Kelas II B Soe, Nixon G.L.Osingmahi,S.Sos.,M.Hum, Jean seharusnya belum boleh berkantor selama masa asimilasi rumah. Kendati demikian, Jean tak mendapatkan sanksi apa pun walaupun tiga kali ketahuan berkantor.
Nixon yang dikonfirmasi terkait prilaku Jean tersebut Justru menyebut jika Jean sudah bukan lagi menjadi tanggung jawab Rutan Kelas II B Soe melainkan tanggungjawab Balai Pemasyarakatan Kupang.
” Sementara ini dia (Jean) sudah integrasi sehingga tidak ada hubungan dengan kita lagi. Dia menjadi tanggung jawab dari Balai Pemasyarakatan Kupang,” Ungkap Nixon kepada SUARA TTS.COM melalui sambungan telepon.
Hari Senin mendatang lanjut Nixon, Jean akan dibawa ke Kupang guna dilaporkan ke Balai Pemasyarakatan Kupang.
” Hari ini (Jumat, 22 Oktober 2021) saya turun kupang guna melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan Kupang. Senin kita bawa dia ke kupang untuk laporan,” terangnya.
Sebelumnya, Jean diketahui berkantor pada 4 Oktober, 21 Oktober dan 22 Oktober. Untuk tanggal 4 dan dan 21 Oktober, Jean berkantor tanpa pemberitahuan ke Rutan Soe. Sedangkan pada 22 Oktober, Jean kembali berkantor tetapi sebelumnya sudah ada surat pemberitahuan dari partai ke Rutan kelas II B Soe.
Jean sendiri terbilang sangat beruntung. Pasalnya tak sampai sebulan pasca divonis, Jean mendapatkan SK asimilasi rumah. SK yang membuat dirinya tak harus menjalani masa hukumannya di Rutan Kelas II B Soe.
Untuk diketahui, Sidang putusan terhadap kasus dugaan pelanggaran kesusilaan dengan terdakwa Jean Neonufa berlangsung pada Kamis 9 September 2021 di Pengadilan Negeri Soe. Sidang putusan dipimpin Ketua Majelis Hakim, John Leuwol didampingi hakim anggota Anwar Rony Fauzi dan Bagas BN Satata menjatuhkan vonis Hukuman 8 bulan kurungan penjara dipotong masa penahanan dan diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000.
Pada 1 Oktober 2021, Jean mendapatkan SK asimilasi rumah.
Jean sendiri mulai ditahan di Rutan kelas II B Soe pada 3 Mei 2021.
Diberikan sebelumnya, Kepala Rutan Soe, Kepala Rutan Kelas II B Soe, Nixon G.L.Osingmahi,S.Sos.,M.Hum menjelaskan, Jean Neonufa, anggota DPRD Kabupaten TTS yang divonis 8 bulan penjara dalam kasus dugaan pelecehan seksual mendapatkan program asimilasi rumah usai menjalani lebih dari setengah masa hukumannya. Namun dirinya menegaskan, Jean Neonufa belum diperbolehkan untuk berkantor. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.