oleh

Keluhan Warga Mnelaanen Terjawab, 612 Orang Dapat Pelayanan Dokumen Kependudukan.

-Berita-125 Dilihat
Ket Foto : Kepala Mnelaanen menerima dokumen kependudukan dari dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus melakukan pelayanan dokumen kependudukan bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Selasa tanggal 9 November 2021, Dukcapil melakukan pelayanan dokumen di desa Mnelaanen, Kecamatan Amanuban Timur mulai pukul 11.00 hinga pukul 02.00 WITA.

Pelayanan dokumen kependudukan dilakukan tanpa henti dan setelah itu langsung diserahkan kepada kepala desa untuk didistribusikan kepada masyarakat setempat.

Kepala desa Mnelaanen, Justus Agustinus Fallo kepada Suara TTS .com mengatakan pihaknya sangat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah dalam hal ini Disdukcapil yang telah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelayanan tersebut, masyarakat yang mendaftar sebanyak 700 orang namun hanya  612 mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan sedangkan sisanya tidak memenuhi persyaratan.

“Teman teman dari dinas mulai bekerja dari Jam 11 siang sampai jam 2 dini dan sudah serahkan kepada saya. Hari ini mau bagi bagi ke masyarakat”, ujar Fallo.

Ketika ditanya terkait masyarakat yang belum memenuhi syarat,kades Justus mengatakan akan minta untuk penuhi persyaratan dan selanjutnya konfirmasi ke Dukcapil.

“Nanti mereka lengkapi persyaratan dulu baru kita koordinasikan ke Dukcapil agar bisa titipkan melalui desa terdekat agar dapat pelayanan”, ujarnya lagi.

Ket Foto : Kepala Desa Mnelaanen, Justus Agustinus Fallo Saat Menyerahkan Dokumen Kependudukan kepada salah seorang warga.

Kades Justus juga menyampaikan trimakasih kepada Dukcapil yang
mau menjawab keluhan masyarakat Mnelaanen dalam mendapatkan dokumen.

Diberitakan sebelumnya,Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten TTS,Apris Manafe, SE mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan dokumen kependudukan kepada masyarakat melalui program Jemput Bola (JEBOL).

Selain itu pihaknya mulai mencetak dokumen kependudukan di desa dan langsung serahkan kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan untuk membatasi masyarakat datang jauh jauh ke Kantor hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.

“Kita manfaatkan teknologi yang ada dengan cetak langsung dokumen kependudukan ke desa, ini juga membantu masyarakat dari sisi biaya, waktu dan tenaga”,ujarnya saat diwawancarai tanggal 1 Oktober lalu.

Dikatakan Dukcapil mulai menyasar seluruh desa guna mencetak dokumen kependudukan namun dengan syarat di wilayah desa tersebut harus ada jaringan internet.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.