oleh

Keluarga Banunaek (Neno) Tolak Festival Timor Sedunia Di Tun Am, Ini Alasannya

-Berita-542 Dilihat

Ket foto. Nampak spanduk berwarna putih yang sudah ditandatangani oleh perwakilan keluarga Banunaek (Neno).

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Keluarga Banunaek (Neno) bersama Kusa Banunaek melarang keras kegiatan Festival Timor Sedunia di Tun Am, Desa Boking, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Festival Timor sedunia digagas oleh Lembaga Pemangku Adat (LPA) Amanatun dan Balai Musyawarah Indonesia (Bamuswari) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Larangan kegiatan Festival Timor Sedunia yang bertempat di Tun Am karna Tun Am merupakan tempat ritual adat dan sangat sakral bagi keluarga Banunaek bersama masyarakat Adat Amanatun.

” Itu tempat sangat sakral bagi kami. Tun Am merupakan tempat ritual adat bagi keluarga Banunaek. Tidak ada seorang yang masuk sembarangan di tempat itu tanpa ijin keluarga Banunaek,” ujar Kusa Banunaek, putra L.L D L Banunaek yang merupakan raja Amanatun di kediamannya di Soe, Sabtu (9/4/2022).

Menurut Kusa, tidak ada satu orang pun yang bisa melaksanakan kegiatan di tempat tersebut apalagi kegiatan festival budaya tanpa seijin keluarga Banunaek.

“Kami tidak mengijinkan siapapun untuk melaksanakan kegiatan di lokasi Tun Am. Siapa saja tidak boleh,”tegas Kusa Banunaek.

Penegasan tersebut menyusul beredarnya informasi mengenai adanya rencana kegiatan festival budaya yang digagas oleh Lembaga Pemangku Adat Amanatun (LPA) berkerja sama dengan DPW Balai Musyawarah Indonesia (Bamuswari) Provinsi NTT pada tanggal 20-23 April 2022 yang berlokasi di Tun Am.

“Kami dukung kegiatan festival budaya di Amanatun. Tapi untuk lokasi di Tun Am, kami tidak mengijinkan. Silakan cari tempat lain. Jangan di Tun Am,” ucap Kusa Banunaek.

Lebih lanjut Kusa mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui adanya rencana kegiatan dari Lembaga Pemangku Adat Amanatun dan Mamuswari yang memilih lokasi di Tun Am.

“Jujur, kami sama sekali tidak tau adanya rencana kegiatan festival budaya di Tun Am,”ujarnya.

Kusa Banunaek kemudian mengutus Melki Banunaek, Boas Banunaek, Lukas Banunaek Alex Banunaek, Joel Banunaek, Yahya Banunaek, Apolos Banunaek, Yusak Banunaek, Yuptan Banunaek, Arki Banunaek, Semi Banunaek, Yotam Banunaek memantau langsung kondisi lokasi Tun Am pada Selasa (12/4/2022).

Kedatangan keluarga Banunaek (Neno) ke lokasi Tun Am untuk memasang tanda larangan berupa daun gewang dan spanduk berwarna putih yang sudah ditandatangani oleh perwakilan keluarga Banunaek (Neno).

Tanda larangan dari keluarga Banunaek tersebut dipajang di lokasi Tun Am lokasi yang akan dijadikan festival Timor Sedunia.

“Kami pajang tanda larangan ini agar mereka tau diri bahwa tempat ini ada tuannya. Ada orangnya,”tegas Melki Banunaek dan Yusak Banunaek yang didampingi oleh keluarga Banunaek (Neno) di Tun Am.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.