Keluarga Adelina Kase Polisikan Kades Noebesa.

Berita, Hukrim342 Dilihat

Ket Foto : Nampak Daniel Kase,Ayah korban Adelina Kase saat membuat laporan polisi di SPKT Polsek Amanuban Tengah 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

 

SUARA TTS.COM | SOE – Kepala Desa Noebesa, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Rikhap Jitro Akailupa terpaksa dipolisikan Daniel Kase, Ayah korban Adelina Kase (19) Danial Kase (55) Warga RT 01/RW 01,Desa Bone.

Ayah korban membuat laporan polisi,Senin 16/1/2023 karna merasa ditipu terkait denda penyelesaian adat kasus asusila tahap pertama 25 Juta dari total 50 Juta yang tak kunjung diserahkan.

Kapolsek Amanuban Tengah,Ipda Boby J J Dadik.SH melalui Kanit Reskrim Aipda Mokhammad Fauzi membenarkan adanya laporan polisi oleh ayah Kandung korban Adelina Kase yakni Danial Kase karna merasa ditipu oleh Kades Noebesa Rikhap Jitron Akailupa atas persetejuan denda adat pada tanggal (18/10/2022) lalu.

Persetujuan kemudian dilanjutkan lagi ke tanggal (18/11/2022) lalu, kemudian tanggal ( 19/12/2022) dilanjutkan pada tanggal (30/12/2022) silam punk tidak ditepati sehingga korban merasa dipermainkan maka orang tua korban terpaksa melapor.

Usai melapor orangtua korban Adelina Kase, Danial Kase mengatakan bahwa dirinya terpaksa melaporkan Kades Noebesa Rikhap Jitron Akailupa karena dirinya meras ditipu dan dipermainkan oleh Kades Noebesa untuk menyerahkan denda adat yang disepakati bersama Camat Amanuban Tengah Alfret Lopo.S.Ip, Sekcam Soleman Nope.ST dan Kasi Trantib Frans Faot.SH.

“karena kesepakatan dan persetujuan disertai surat pernyataan tidak diindahkan makanya saya laporkan.” Jelas Danial Kase.

Menurut Danial Kase, perbuatan sang Kades Jitro Akailupa sangat menyebalkan dan sangat mengecewakan pihaknya bersama anaknya korban Adelina Kase (19). Pasalnya janji tidak pernah ditepati padahal setiap kali pertemuan yang bersangkutan membuat Surat pernyataan tetapi selanjutnya sampai jadwal waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak tepati janji.

Lebih jauh Danial menjelaskan bahwa pada tanggal (18/10/2022) lalu yang bersangkutan datang di Kantor Camat Amanuban Tengah bersama istri dan keluarganya mengaku uang disiapkan tidak mencukupi dimana uang tunai yang ada hanya Rp.7,5 juta sehingga pertemuan tersebut ditunda ke tanggal (19/11/2022) yang ditandai dengan penandatanganan berita acara bersama hingga sampai tanggal yang ditentukanpun sang Kades tidak penuhi.

Selanjutnya pada tanggal (19/12/2022) yang bersangkutan datang ke Kantor Camat dengan membawah serta uang tunai 10 Juta untuk tahap pertama disepakati 25 Juta sisanya akan diserahkan pada tanggal (30/12/2022) namun hingga waktu ditentukan,Kades Jitro Akailupa menghilang dan tidak muncul hingga Senin ( 16/01/2023) Kades Jitro punk ketika dihubungi pihak Kecamatan memberikan alasan yang tidak jelas sehingga terpaksa kami melapor dengan delik aduan kami penipuan.” Tutup Danial Kase.(Sys).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *