oleh

Kasus Pembunuhan Di Fatukopa, Polisi Terus Lakukan Penyelidikan

-Berita, Hukrim-267 Dilihat

Ket Foto. Kasat Reskrim Polres TTS, AKP Mahdi Dejan Ibrahim.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS .COM | SOE – Kasus pembunuhan Desa Nifulina, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS pada Selasa 2 November 2021 dinihari sekira pukul 03.00 wita hingga kini masih dalam penyelidikan karna kejadian tidak ada saksi saat kejadian.

Kasat Reskrim Polres TTS, AKP Mahdi Dejan Ibrahim kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 08 Febuari 2022 mengatakan pihaknya saat ini masih dalam penyelidikan dan terus menggali informasi dengan periksa pihak pihak di sekitar lokasi.

“Kejadian dini hari dan saat kejadian tidak ada orang yang lihat. Sehingga kita masih terus memanggil pihak pihak di sekitar lokasi”,ujarnya.

Dikatakan hingga kini sudah ada 5 orang yang diperiksa dan rencananya ada tambahan saksi untuk menggali informasi lebih dalam.

Untuk diketahui Enos Fallo (22) Warga RT 002/RW 001, Desa Nifulina, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS ditemukan tak bernyawa di sisi jalan raya dalam kondisi mengenaskan pada Selasa 2 November 2021 dinihari sekira pukul 03.00 wita.

Penemuan pemuda dengan kondisi penuh darah ini kemudian ditangani aparat keamanan Polsek Amanuban Timur.

Anggota Identifikasi Satuan Reskrim Polres TTS juga langsung diterjunkan membantu melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan sejumlah saksi, diperoleh informasi kalau pada malam sebelum kejadian, korban masih menghadiri pesta di rumah Margarita Bety di RT 08/RW 04, Desa Kiki, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten TTS.

“Sejumlah saksi menjelaskan bahwa selama acara pesta berlangsung tidak ada kekacauan dan korban pun pulang,” tandas Kasat Reskrim usai kejadian Rabu 3 November 2021 lalu.

Saat polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jenazah korban ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi pesta.Posisi korban terbaring di tepi jalan umum dengan posisi tertelungkup saat ditemukan.

Pada tubuh korban ditemukan luka robek sepanjang 17 CM dengan lebar 3 CM pada pelipis kiri hingga bagian kepala atas.

Bagian tengkorak belakang korban ditemukan luka menganga hingga bagian otak terlihat.Sedangkan di bagian tubuh lain tidak di temukan tanda kekerasan.

Tim medis pun didatangkan untuk melakukan visum. Dan hasil visum et repertum luar yang dilakukan dr Andronikus Wibowo Fallo dari Puskesmas Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah luka robek pada kepala bagian atas yang menganga sehingga mengeluarkan banyak darah yang diakibatkan oleh sentuhan benda tajam.

Polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap sejumlah saksi yang telah diinterogasi sebelumnya untuk mengetahui siapa pelaku dibalik kematian korban.

Korban diduga dibacok dengan benda tajam sekitar dini hari saat pulang dari tempat pesta dan juga dipastikan meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

Usai melakukan olah TKP dan visum, jenazah korban diserahkan aparat kepolisian kepada keluarga untuk dimakamkan. (Red).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.