oleh

Kapospol Neonmat Minta Uang Ke Sejumlah Kepala Desa

Ket Foto : Pos Polisi Neonmat, Kecamatan Amanuban Barat

Laporan Reporter Suara TTS.

SUARA TTS.SOE-Kapospol Neonmat, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Ketut Susiana meminta minta uang ke para kepala desa di wilayahnya.

Empat desa di Amanuban Barat akhirnya memberikan uang dengan jumlah bervariasi sedangkan sebanyak 8 desa di kecamatan Kuatnana selain memberikan uang juga bahan bangunan.

Pjs desa Nulle,Hana Nenabu saat dikonfirmasi Senin 11 Oktober mengatakan pihaknya diminta uang oleh Kapospol melalui telepon dan hal itu dilakukan berulang ulang kali.

“Kita kasi uang sekitar bulan Juli lalu.katanya mau rehab kantor pos polisi.dia( Kapospol) minta dua juta namun kita kasih satu juta”,ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan, saat menelpon, Kapospol mengatakan semua desa sudah berikan uang. Dirinya bingung karna tidak tau harus ambil dari pos mana namun karna terus ditelpon akhirnya ia minta bendahara untuk memberikan uang sejumlah 1 juta.

Bendahara desa Nulle Wellem Selan yang mendampingi Pjs  mengaku saat ini dirinya  bingung untuk pertanggungjawaban.

“Saya bingung SPJ lewat pos mana. Terpaksa nanti  kita potong honor perangkat desa karna uang yang kasi dari dana desa”ujarnya

Selain desa Nulle, Kepala desa Tublopo Hendrik Selan saat dikonfirmasi mengaku sudah memberikan uang sebesar 2 juta kepada Kapospol.

Senada dengan apa yang dikatakan PJs desa Nulle,menurut Hendrik uang yang  diminta tersebut  untuk rehab gedung Pos pol sehingga sekarang dirinya bingung mau tutup dari pos mana.

Para kades mengaku Kapospol minta uang  dengan cara  intimidasi.

Sementara itu Camat Amanuban Barat, Jason Fallo membenarkan informasi terkait permintaan uang kepada para kepala desa yang dilakukan oleh Kapospol Neonmat.

Dirinya kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan rapat klarifikasi pada hari Kamis,7 Oktober lalu.

Dalam rapat tersebut kapospol membenarkan jika dirinya meminta uang. Ia berdalih  minta uang untuk rehab gedung Pos pol.

Kapospol Neonmat,Ketut Susiana dikonfirmasi menjelaskan saat mulai bertugas jadi Kapospol pada tanggal  23 Januari 2021 lalu, dirinya sudah koordinasi  dengan Camat terkait permintaan bantuan ke para kepala desa guna rehab pos pol.

“Betul saya  minta bantuan kepala desa dan itu sudah disampaikan ke camat.

Saya minta bantuan bukan untuk pribadi tapi rehab kantor”,ujar mantan Kanit Tipikor Polres TTS ini.

Dijelaskan,ia minta bantuan bukan minta uang sehingga setiap kali  musdes dirinya selalu hadir.

Dari Total 16 di Kecamatan Amanuban Barat dan Kuatnana,semua memberikan bantuan berupa uang dan bahan bangunan minus desa  Haumenbaki dan Tubuhue.

“Ada yang kasi uang ada yang kasi daun  pintu. Jujur saya tidak menentukan apalagi intimidasi”, ujarnya.

Menurut Ketut,pos polisi Neonmat sangat tidak layak untuk melayani masyarakat apalagi untuk 16 desa sehingga dirinya berinisiatif untuk minta bantuan guna rehab.

Rencananya setelah melakukan rehab, ia akan melaporkan ke Kapolres TTS  guna meminta tambahan personel agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Terkait rekaman yang beredar dimana dirinya  marah marah kepada bendahara desa Haumenbaki,Ketut mengaku dirinya kesal karna setelah minta bantuan, dirinya menelpon untuk konfirmasi kepastian namun bendahara dan kades tak kunjung memberikan kepastian.

Malah dirinya seperti dipermainkan.”Kami hanya mau minta bantuan namun kades dan bendahara saling lempar. Saya hanya minta kalau tidak bisa pun tidak dipaksakan”,ujar Ketut.

Bantuan uang yang diperoleh  digunakan   untuk membeli bahan bangunan. Bantuan diperoleh dari 14 desa dari total 16 desa di Kecamatan Amanuban Barat dan Kuatnana.(Sys)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.