oleh

Kades Oekiu Benarkan Adanya Bahan Makanan Program Penanganan Stunting Yang Busuk

-Berita-662 Dilihat

Ket. Foto: Kades Oeiku, Marselinus Tenistuan

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

SUARA TTS. COM | SOE – Kepala Desa Oekiu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Marselius A. Tenistuan membenarkan adanya bahan makanan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk program penanganan stunting yang busuk dan dikeluhkan oleh 17 penerima manfaat.  Ia mengaku, bahan makanan yang busuk berupa sayur putih dan pisang.

Kepada SUARA TTS.COM, Marselinus menceritakan, pengadaan bahan makanan tambahan untuk program penanganan stunting yang bersumber dari dana desa ditangani oleh kader PKK Desa.

Bahan makanan tersebut dibeli pada hari Sabtu dan baru dibagikan pada hari Senin. Selain pisang dan sayur, penerima manfaat program tersebut juga mendapat bahan makanan tambahan berupa daging ayam dan tahu.

” Iya benar, ada sayur putih dan pisang yang sudah busuk. Mungkin karena disimpan sejak hari Sabtu. Namun untuk ayam dan tahu dalam kondisi baik,” ungkap Marselinus kepada SUARA TTS.COM, Jumat 18 February 2022.

Setelah mendapatkan pengaduan terkait adanya bahan makanan yang rusak atau sudah membusuk lanjut Marselinus, dirinya lalu melakukan pertemuan bersama BPD dan juga para penerima manfaat.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya menawarkan agar bahan makanan yang rusak diganti. Sedangkan bahan makanan yang masih baik bisa tetap dimanfaatkan.

Namun oleh para penerima manfaat tawaran itu ditolak. Penerima manfaat meminta agar diberikan uang tunai.

” Kita siap ganti bahan makanan yang rusak tapi masyarakat tidak mau. Mereka maunya uang tunai. Sedangkan program ini bukan dalam bentuk pemberian bantuan tunai melainkan bahan makanan sehingga tidak bisa kita kabulkan,” terangnya.

Karena tidak menemui kata sepakat, hari ini dirinya akan melakukan koordinasi dengan Camat guna membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

” Saya sedang menuju kantor camat untuk mendiskusikan persoalan ini dengan pak camat. Semoga bisa ada jalan keluar yang baik,” harapnya.

Dikutip dari Soe post.com, Pengakuan mengejutkan dari beberapa anggota Kader Posyandu satu Tuanfaun Desa Oekiu yang menerima beberapa bahan makanan stunting yang telah berada dalam kondisi rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang masuk dalam kategori kekurangan gisi.

Yefta Kause, satu dari empat anggota kader menceritakan kejadian yang dialami mereka, “Senin 7 Februari 2022, bertempat di Posyandu 1 Tuanfaun, saya dan teman-teman diberikan bahan makanan stunting yang telah rusak. Saya dan teman-teman dalam kondisi ini hanya menerima bahan makanan dari Kades kemudian kami mengelola. Sehingga karena ada beberapa bahan makanan yang rusak, kami kader putuskan untuk tidak mengelola karena berbahaya bagi anak-anak” Ucap Yefta

Ditanya tentang jenis bahan-bahan makanan yang diberikan dalam keadaan rusak, Yefta mengatakan, “Bahan-bahan yang diberikan dan sudah dalam kondisi rusak waktu itu terdiri dari, pisang, sayur dan tahu sudah dalam keadaan rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi” Jelas Yefta.

*Penulis: Dion Kota

 * Editor : Erik Sanu

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.