oleh

Kades Noemuke Minta Polisi Percepat Proses Laporan Romo Watimena

-Berita, Hukrim-1614 Dilihat

Ket. Foto:Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Semrys Oryanty Lette

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Semrys Oryanty Lette menghormati proses hukum yang telah ditempuh oleh Romo Yeremias Yohanes Watimena. Dirinya berharap pihak kepolisian (Polres TTS) bisa mempercepat proses penanganan laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Romo Watimena.

” Sebagai warga negara kita taat pada hukum dan siap mengikuti proses hukum. Saya berharap pihak kepolisian bisa mempercepat penanganan laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut. Sebagai terlapor, saya siap diperiksa jika dipanggil dan siap menghadirkan ratusan saksi,” ungkap Semrya kepada SUARA TTS.COM, Senin 7 Maret Malam via telepon.

Namun jika dalam proses hukum tidak terbukti lanjut Semrys, dirinya dan keluarga (Babys-Lette) siap melapor balik Romo Watimena ke pihak kepolisian atas dugaan laporan palsu.

” Jika terbukti saya bersalah, saya siap menerima konsekuensi hukum. Tapi kalau tidak terbukti, kami akan lapor balik Romo Watimena atas dugaan laporan palsu,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait kata-kata kasar bernada ancaman dan sebutan pendatang dalam sambutan yang dibawakannya di acara penyerahan BST, Semrys tak menampik hal tersebut. Namun ia menyebut jika kata-kata tersebut bukan ditujukan untuk Romo Watimena.

Dirinya beralasan jika saat ini di Noemuke sudah banyak pendatang yang masuk dan suka menghasut atau berbuat onar. Bahkan beberapa hari lalu, ada pendatang dari kelle yang datang berkelahi dengan orang Noemuke.

Sebagai pemerintah dirinya hanya

memberikan arahan agar masyarakat mengerti bukannya ia menghasut masyarakat.

” Saya tidak tujukan kata-kata itu pada Romo Watimena. Namun saat ini memang banyak pendatang yang datang ke Noemuke dan berbuat onar. Saya hanya memberikan arahan untuk masyarakat saya. Kata-kata itu bukan untuk Romo Watimena,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Semrys Oryanty Lette kembali diadukan ke Polres TTS terkait dugaan pencemaran nama baik oleh Romo Yeremias Yohanes Watimena, Sabtu 5 Februari 2022. Laporan polisi ini merupakan kasus hukum kedua yang dihadapi oleh sang Kades yang merupakan istri dari anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrikus Babys. Kasus pertama, sang Kades diadukan atas dugaan penganiayaan dengan korban Apders Seo. Kasus tersebut sendiri hingga saat ini masih ditangani Reskrim Polres TTS.

Kepada SUARA TTS.COM, Romo Watimena bercerita, kasus dugaan pencemaran nama baik ini bermula pada 18 February 2022 ketika dirinya menegur sejumlah warga Noemuke yang melakukan pembersihan di wilayah batas antara Desa Naip dan Desa Noemuke. Romo Watimena sengaja melakukan hal tersebut untuk mencegah konflik antara warga dua desa bertetangga tersebut. Pasalnya, masalah batas wilayah antara Desa Naip dan Desa Noemuke hingga saat ini belum tuntas. Sesuai kesepakatan bersama pada 30 Desember 2021, warga dua desa tersebut tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di wilayah batas sampai masalah batas selesai.

Kekhawatiran Romo Watimena terbukti, karena tak lama setelah diingatkan, sejumlah warga Naip mendatangi wilayah batas yang bermasalah tersebut. Beruntung saat itu, warga Noemuke sudah berpindah ke bagian bawah.

Teguran Romo Watimena ini diduga sampai ke telinga Sang Kades Noemuke.

Pada Jumat 4 Maret 2022 saat pembagian BST di kantor desa, sang kades mengeluarkan pernyataan di hadapan ratusan penerima BST, ” orang pendatang angkat dia punya ekor panjang kayak dia punya pantat lubang, dia punya muka kayak tempurung kelapa picah. Mama-mama kalau kita bersihkan jalan dimana kalau orang pendatang larang lagi, mama-mama langsung kasih picah dia punya kepala, bisa mati memang. Mama-mama duluan ke polisi nanti baru mama desa ikut ke pos polisi”.

Romo Watimena menyebut ungkap tersebut diutarakan Kades Noemuke untuk dirinya. Pasalnya yang menegur masyarakat saat melakukan aksi pembersihan itu adalah dirinya. Selain itu, Romo Watimena merupakan pendatang di Desa tersebut. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.