oleh

Kader Demokrat Kecewa, Kepemimpinan Leo Lelo Dinilai Arogan

-Berita, Politik-526 Dilihat

Ket Foto. Salah satu kader Partai Demokrat TTU saat berbicara kepada media.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE- Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat serentak di Hotel Bahagia II, Soe, Kabupaten TTS, Kamis 19 Mei 2022 menyisakan kekecewaan bagi sejumlah kader Partai.

Salah satu kader partai berlambang mercy itu yakni Ervin Naro yang juga salah satu bakal calon ketua DPC Demokrat TTU.
Ia menduga ada kejanggalan dalam verifikasi berkas pendaftaran.Ia mengatakan ada permainan di tingkat DPD untuk menggagalkan dirinya.

Kepada wartawan, Ervin mengatakan pihak BPOKK menuding dirinya bukan kader Demokrat. Padahal ia sudah membuktikan sebagai kader Demokrat di Kabupaten TTU bahkan telah diterima maju bertarung dalam Muscab sebagai calon Ketua DPC.
“Saya daftar tanggal 16 dengan membawa 5 DPAC dan ikut verivikasi berkas, namun justru tidak ada pemberitahuan apapun”, ujarnya.

Ervin digugurkan oleh panitia tanpa ada penyampaian dari pihak BPOKK.Ia baru mengetahui digugurkan ketika pleno penetapan dengan alasan menggunakan Surat Keputusan DPAC yang lama.

“ Saya merasa ini rancu dan lagi saya juga tidak punya hak bicara di dalam penetapan itu karena menggunakan SK DPAC yang baru,”Ujar Ervin geram.

Ketua DPAC Miomaffo Barat, Marselinus yang berada bersama Ervin juga sangat menyesalkan sikap dari DPD dan BPOKK Demokrat NTT.

Ia baru mengetahui bahwa dirinya telah diganti sebagai ketua DPAC tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Saat tahapan penetapan yang menyatakan dukungannya terhadap Ervin ditolak karena masih menggunakan SK lama.

Marselinus mengaku selaku kader Demokrat,dirinya sudah berjuang dan membesarkan partai tersebut sehingga ia sangat kesal diberhentikan tanpa ada pemberitahuan. ” Saya ini ketua DPAC yang sudah berjuang untuk partai tapi saat masa habis tidak diperpanjang. Diberhentikan juga tidak ada pemberitahuan”, ujarnya.

Ket Foto. Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT, Fabi saat diwawancarai

Sementara itu Wakil Sekretaris DPD Demokrat NTT, Faby mengatakan sejumlah kejanggalan dilakukan saat agenda Musyawarah Cabang di Kota SoE yakni penetapan Calon Ketua DPC 2022-2027.

Menurutnya, Ketua PAC bisa diberhentikan sesuai PO Partai Demokrat yaitu mengundurkan diri, terlibat kasus pidana, tidak aktif dan terlibat pidana. Jika DPAC tersebut masih aktif, seharusnya didemisioner atau diperpanjang SK-nya.

Yang terjadi justru nama-nama Ketua DPAC yang diusulkan tidak diakomodir tetapi muncul SK baru bagi Ketua DPAC yang tidak pernah diusulkan oleh DPC.

Terkait dengan digugurkannya Ervin Naro, ia mengatakan persoalan tersebut akan dibawa ke Mahkamah Partai.

Faby  bahkan menyebut dengan keadaan seperti ini membuktikan ketidakmampuan Ketua DPD PD NTT, Leonardus Lelo.

” Leo Lelo sangat arogan dan terlalu ekslusifkan diri sebagai ketua. Kepengurusan sangat rasis,
mau dibawa ke mana partai kalau kepimpinan Leo Lelo seperti ini “tandasnya

Seharusnya instruksi partai itu dilaksanakan bukan ditafsirkan oleh DPD.Sebagai orang yang objektif,yang benar dijalankan namun yang bengkok harus diluruskan.

Untuk diketahui, Muscab Partai Demokrat serentak region Timor bertempat di Hotel Bahagia II ,Kota Soe, Kabupaten TTS diwarnai aksi demonstrasi. Sementara itu Muscab Kabupaten Kupang deadlock sehingga BPOKK Demokrat pun memutuskan menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.