oleh

Jalan Bonleu, Malangnya Nasibmu, Tak Ada Dalam APBD Tahun 2022

-Berita, Politik-1139 Dilihat

Ket Foto. Kepala Dinas PU, Marthelens Ch. Liu

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS .COM | SOE – Jalan Bonleu, memang sungguh malang. Bertahun-tahun hanya mendapat janji manis sebatas di ujung lidah untuk dikerjakan.

Namun hingga kini pekerjaan jalan tersebut urung dilaksanakan. Bahkan terbaru dalam dokumen APBD Tahun 2022, Item pekerjaan jalan Bonleu tak muncul.

Padahal sebelumnya, Bupati dan DPRD TTS telah bersepakat untuk mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan jalan Bonleu di perubahan APBD Tahun 2021 namun dengan alasan waktu dan cuaca, lagi pekerjaan jalan Bonleu batal dilaksanakan. Pemda dan DPRD TTS kompak berjanji untuk melakukan pekerjaan jalan tersebut di Tahun 2022.

Namun janji tinggal janji, masyarakat Bonleu harus menelan pahitnya sebuah realita jika item pekerjaan jalan Bonleu lagi-lagi tak masuk dokumen APBD Tahun 2022.

Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Marthelens Ch.Liu mengatakan, item pekerjaan jalan Bonleu memang tak ada dalam dokumen APBD Tahun 2022. Bahkan dalam RKA ketika penyusunan dokumen RAPBD Tahun 2022 item pekerjaan jalan Bonleu sama sekali tak muncul.

Minimnya anggaran disebut Lens sebagai alasan mengapa item pekerjaan tersebut tak masuk dalam dokumen APBD Tahun 2022.

” DAU kita hanya 25 Miliar. 8 sampai 9 miliar habis untuk gaji dan operasional pegawai di Dinas PU. Sisanya kita akomodir pokir DPRD dan beberapa pekerjaan fisik lainnya,” terang Lens kepada SUARA TTS.COM, Selasa 1 Maret 2022 di ruang kerjanya.

Kendati demikian, tahun ini sebenarnya Dinas PU mendapatkan alokasi DAK sebesar 46 Miliar. Dimana anggaran tersebut dipergunakan untuk pekerjaan jalan di antaranya Pope-kuanfatu senilai 11 Miliar, Nausus-Lilana senilai 11 Miliar, Oinlasi-Menu 9 Miliar lebih, pekerjaan Nunkulo senilai 2 miliar lebih, pekerjaan jalan Mollo Barat senilai 2 Miliar lebih dan 3 paket pekerjaan jalan transportasi pedesaan sisanya.

Lens menjelaskan untuk bekerja fisik yang bersumber dari DAK, anggaran yang masuk sudah langsung dengan penetapan lokasi pekerjaan dan tidak bisa diganti.

” Kita beruntung tahun ini kita dapat DAK 46 Miliar. Namun anggaran ini dari pusat sudah ditentukan langsung peruntukannya sehingga kita tidak bisa uba ubah lagi,” jelasnya.Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau mengatakan, dalam rapat Banggar, pihaknya telah menekan anggaran untuk pekerjaan jalan Bonleu senilai 5 Miliar lebih. Namun ternyata tidak diakomodir oleh pihak eksekutif.

” Kita di Banggar sudah tekankan anggaran untuk jalan Bonleu. Namun ternyata tidak diakomodir oleh eksekutif,” jelasnya.

Ket Foto. Ketua DPRD TTS, Marcu Buana Mb’au.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu. Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.