oleh

HUT NTT Ke-63, Wagub Sebut Tersisa 22,35 Km Jalan Propinsi Rusak, Dikerjakan Tahun 2022

-Berita-246 Dilihat

Ket Foto. Wagub NTT, Yosef Nae Soi

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS.COM | SOE – Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi menyebut, dari total 906 Km jalan Propinsi yang rusak (berat maupun ringan) saat ini tersisa 22,35 Km yang belum dikerjakan.

Ia menargetkan pekerjaan jalan propinsi tersebut akan dituntaskan di tahun 2022 mendatang.
” Untuk jalan propinsi, dari total 906 Km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, di tahun 2020 kita sudah memperbaiki sepanjang 365,03 Km.

Di tahun 2021 kita lanjutkan pekerjaan jalan propinsi sepanjang 518,62 Km. Semua pekerjaan jalan ini kita biayai dari Pinjaman Bank NTT dan PT. SMI, serta Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah.

Sedangkan sisa 22,35 Km yang masih rusak akan kita tuntaskan pada tahun 2022,” ungkap Wagub Josef pada acara Perayaan HUT Provisi NTT yang ke-63 bertempat di Aula El Tari Kupang pada Senin 20 Desember 2021 seperti dilansir dari Pos Kupang. Com.

Pada sektor peternakan lanjut Josef, Pemprov NTT telah mempelopori pengembangan sapi Wagyu untuk menghasilkan daging premium melalui teknologi inseminasi buatan (IB) yang kini telah menghasilkan 72 ekor pada tahun 2021 dan pembukaan Rens Sapi Wagyu di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur sebagai pusat pembibitan dan pengembangan sapi wagyu.

Pada tahun 2022 mendatang, akan dibangun reservoar untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman pakan maupun untuk konsumsi 100 indukan sapi wagyu yang akan dikembangkan di kawasan tersebut.

Selain itu, masih pada sektor Peternakan, 17 Desember 2021 lalu, untuk pertama kalinya terdapat dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang mendapatkan sertifikasi Kompartemen bebas AI oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sehingga bisa melakukan ekspor produk unggas ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

” Di bidang peternakan, kita sedang melakukan upaya pengembangan sapi wagyu untuk menghasilkan daging dengan kualitas premium. Selain itu, saat ini sudah ada dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang bisa mengekspor ayam ke negara tetangga, Timor Leste,” ujar Josep.

Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ke-63 tersebut, Josef juga meminta kepada seluruh jajaran pemerintah dan juga masyarakat untuk membangun mindset dan melakukan pola Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Jujur dalam membangun Propinsi NTT.

Kerja-kerja kolaboratif dan sinergi antar semua lini dan sektor harus ditingkatkan untuk bisa mencapai pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di Propinsi NTT.

” Mari kita membangun ekspektasi imajinatif tentang NTT baru dalam skenario visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera untuk memaknai ulang tahun NTT ke-63. Oleh sebab itu, kita harus membangun mindset berpikir terkait pola kerja keras, kerja cerdas dan Kerja Jujur dalam membangun daerah ini ke arah yang lebih baik,” pintanya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.