oleh

Gedung Farmasi Senilai 2,4 Miliar di TTS Belum Rampung

-Berita-204 Dilihat

Ket. Foto: Nampak bangunan gedung gudang farmasi, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS dalam proses pekerjaan

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Pengerjaan gedung gudang farmasi, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS yang menelan anggaran 2,4 Miliar lebih hingga saat ini belum rampung.

Padahal sesuai kontrak, masa pengerjaan gedung tersebut hanya sampai 18 November 2021, namun hingga kini, Selasa 30 November 2021 pekerjaan tersebut belum juga rampung.

Karena belum rampung, pihak Dinas Kesehatan memberikan addendum kepada pihak pelaksana dari CV Ferry hingga tanggal 13 Desember mendatang.

Inyo Tallo dari CV Ferry kepada SUARA TTS .COM mengatakan, lambatnya penyelesaian pekerjaan tersebut disebabkan karena dua faktor.

Pertama, karena adanya PPKM yang membuat para tukang terpaksa harus melakukan isolasi mandiri dan kedua, karena pihak rekanan kesulitan mendapatkan bahan geotekstil di NTT sehingga harus dipesan dari Surabaya.

Pekerjaan kita tidak bisa maksimal karena adanya pemberlakuan PPKM. Selain itu, kita harus menunggu bahan geotekstil dari Surabaya sehingga pekerjaan kita sedikit terlambat,” ungkap Inyo didampingi Konsultan pengawas, Alex Ton kepada SUARA TTS .COM, Selasa 30 November 2021.

Karena belum rampung, Dinas Kesehatan memberikan addendum atau penambahan waktu kerja kepada CV Ferry hingga 13 Desember mendatang.

Inyo optimis pihaknya bisa merampungkan pekerjaan tersebut sebelum tanggal 13 Desember mendatang.
Bahan-bahannya semua sudah lengkap sehingga saya optimis sebelum tanggal 13 Desember bisa rampung,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka menyayangkan lambatnya penyelesaian pekerjaan gedung gudang farmasi milik Dinas Kesehatan tersebut.

Lambatnya penyelesaian pekerjaan tersebut dikatakan Marthen, tak lepas dari lemahnya kontrol dari Dinas Kesehatan, dalam hal ini PPK.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar pihak Dinas Kesehatan meningkatkan pengawasan dan kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan sehingga tidak ada lagi pekerjaan yang terlambat rampung dan bermasalah.

Pasalnya sesuai pengawasan Komisi IV, Selain pembangunan gedung Farmasi yang bermasalah, pembangunan Puskesmas Taneotob dan Puskesmas Panite juga bermasalah.

Dinas terlalu lemah dalam pengawasan sehingga pekerjaan lambat rampung. Oleh sebab itu, kedepan kita minta agar Dinas bisa memperketat pengawasan di lapangan. Bukan hanya Gedung Farmasi saja, Puskesmas Taneotob belum bayar, Puskesmas Panite belum juga rampung hingga saat ini,” tegas Marthen. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.