oleh

Egy : DPRD TTS Segera Turun Ke Bonle’u

-Berita-108 Dilihat

Egi: DPRD TTS Segera Turun Ke Bonleu

 

* Penutupan Sumber Air Bonleu

Laporan Reporter SUARATTS. Com

 

Suara TTS | SOE – Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan yang dikonfirmasi terkait aksi penutupan sumber mata air Bonleu mengatakan, belum mengetahui informasi tersebut. Dirinya akan segera melakukan koordinasi secara internal lembaga guna secepatnya turun ke Desa Bonleu.

” Kita koordinasi internal, besok pagi kita turun ke Bonleu. Kita jelaskan kepada masyarakat duduk persoalan mengapa jalan Bonleu tidak bisa dikerjakan di perubahan ini,” ungkap pria yang akrab disapa Egi ini kepada SUARA TTS.COM, Selasa 12 Oktober 2011.

Dirinya berharap masyarakat desa Bonleu juga bisa mempertimbangkan dampak dari penutupan sumber mata air tersebut. Dimana pasokan air bersih untuk masyarakat Kota Soe akan sangat terganggu. Pasalnya sumber mata air Bonleu merupakan sumber air utama PDAM Soe dalam mendistribusikan air bersih untuk pelanggan Kota Soe.

” Ada ribuan pelanggan yang akan terkena dampak penutupan sumber mata air ini. Sehingga kita berharap masyarakat Bonleu bisa mempertimbangkan hal ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu.  Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.

” Kami ini ibarat anak, lalu mereka (Bupati dan Pimpinan DPRD TTS) itu orang tua kami. Kami punya orang tua tipu kami makanya kami kecewa dan tutup lagi air ini,” ungkap Soleman.

Dirinya mengaku siap jika nantinya Bupati atau DPRD TTS mau melaporkan masyarakat ke pihak kepolisian.

Diberitakan sebelumnya,Kamis 10 Juni 2021, DPRD TTS menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah dan perwakilan masyarakat Bonleu di ruang sidang Paripurna. Dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, RDP baru berakhir sekitar pukul 22.00 WITA dengan menghasilkan 5 point’ Kesepakatan guna menyelesaikan masalah penutupan sumber mata air Bonleu.

Kelima point’ tersebut yaitu, Pertama, Direktris PDAM Soe, bersedia berkoordinasi dengan Polres TTS dalam waktu 3×24 jam untuk menarik laporan polisi yang disampaikan sebelumnya. Kedua, Pemda bersama DPRD TTS bersedia menganggarkan kembali ruas jalan Fatumnutu-Bonleu sebesar Rp 3,5 Miliar. Ketiga,  Pemda bersedia membuat kajian regulasi PERDA No. 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Imbal Jasa Lingkungan. Keempat, PDAM Soe dan Masyarakat Bonleu bertanggung jawab bersama untuk mengalirkan kembali air dari sumber air Bonleu ke Pelanggan PDAM Soe, dan kelima, Pemda dan DPRD TTS  bertanggung jawab atas kesepakatan bersama untuk dilaksanakan. Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Bupati TTS, Wakil Bupati TTS, Direktur PDAM Soe, Pimpinan DPRD TTS dan perwakilan warga Bonleu. (DK)

 

Ket. Foto:

Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.