oleh

Dugaan Korupsi Dana Kapitasi Dinkes TTS, Penyidik Ajukan Permintaan Audit Ke BPKP NTT

-Berita, Hukrim-158 Dilihat

Ket Foto : Kasat Reskrim Polres TTS,Iptu Helmi Wildan SH 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM,Erik Sanu

SUARA TTS.COM | SOE –Tim penyidik Polres TTS telah sedang mengajukan permintaan ke BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan audit kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Kapitasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.

Kapolres TTS,  AKBP I Gusti Putu Suka Arsa,S.Ik  yang dihubungi melalui Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan,SH  mengatakan bahwa penanganan kasus tersebut sudah pada tahapan mengajukan permintaan ke BPKP Provinsi Nusa tenggara timur untuk melakukan audit kerugian negara.

“kami sudah mengantarkan  surat Bapak Kapolres TTS ke Polda NTT, tepatnya ke Dirkrimsus Polda NTT sehubungan dengan Permintaan meneruskan permintaan audit kerugian negara ke BPKP Provinsi” Ucap Kapolres melalui Kasat Iptu Helmi Wildan

Kasat Reskrim Iptu Helmi Wildan juga mengatakan bahwa pada saat agenda ke Polda NTT pada (12/9/2022) lalu juga sekaligus meminta asistensi dari Ditreskrimsus Polda NTT.

“Selain mengantarkan surat dari Bapak Kapolres Timor tengah Selatan, sekaligus kami meminta asistensi, supervisi serta saran dari Subdit 3 Ditreskrimsus Polda NTT tentang penanganan kasus tersebut” Pungkas Iptu Helmi

Informasi yang dihimpun bahwa status kasus tersebut telah dalam penyidikan, dimana adanya dugaan korupsi dana Kapitasi tahun 2014-2016 pada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.

Pasalnya dana Kapitasi yang nilainya kurang lebih 4 Miliar tersebut disinyalir telah terjadi Korupsi dimana dari alokasi jumlah Obat dan Jenis Obat yang disalurkan tidak sesuai dengan kebutuhan Puskesmas.

Dalam kasus tersebut, tercatat 32 Kepala Puskesmas dan Bendahara telah diperiksa. Dari pemeriksaan diketahui bahwa adanya ketidaksesuaian jumlah dan jenis obat sesuai dana yang telah dianggarkan namun telah disalurkan dari Dinas ke beberapa Puskesmas. (Tim).

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.