oleh

Diduga Palsukan Dokumen, Mantan Kepsek SMTK Arastamar Soe Dipolisikan.

-Berita, Hukrim-1423 Dilihat

Ket Foto.Laporan Polisi

Laporan Reporter SUARA TTS .COM


SUARA TTS.COM | SOE – Mantan Kepala Sekolah Menengah Telogia Kristen (SMTK) Arastamar Soe , Potifar Pinis dipolisikan oleh Margaretha Ottu atas dugaan pemalsuan dokumen.

Laporan polisi dengan Nomor : STTLP/B/51/II/2022/Rest TTS tertanggal 6 Febuari 2022 dan ditandatangani oleh Kanit SPKT I Polres TTS, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aipda) Zeth O. Bolling.

Adapun kronologi dalam laporan tersebut yakni sejak tahun 2017 sampai tanggal 10 Juni 2020 telah terjadi tindak pidana pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh terlapor Potifar Pinis terhadap SMTK Arastamar Soe.

Kejadian berawal ketika pelapor bersama rekan rekan yayasan merapikan ruangan Kepala Sekolah, pada saat itu juga pelapor menemukan banyak stempel toko dalam ruangan tersebut.

Pelapor yang adalah pengurus yayasan lantas mendatangi toko untuk mengecek keabsahan stempel maka ditemukan bahwa para terlapor telah memalsukan stempel dan tanda tangan dari pihak toko.

Kedua toko tersebut antara lain Toko Viona dan Ryan dalam pembelanjaan barang kebutuhan operasional sekolah.

Margaretha Ottu kepda SUARA TTS.COM mengatakan Pihak yayasan merasa dirugikan karena Potifar Pinis bersama dua rekannya yakni Sarci Telnoni (bendahara SMTK Arastamar SoE), dan Adewati Nesimnasi (Pelaksana Tugas Harian) Kelas C SMTK Oehan telah memasulkan laporan pertanggung jawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2020.

Modusnya dengan membubuhkan stempel toko dan tanda tangan pemilik toko yang palsu.
Hal ini diketahui setelah pihak yayasan melakukan konfirmasi dengan pihak pemilik toko terkait stempel yang digunakan oleh Potifar cs dan ternyata itu stempel dan tanda tangan palsu.

Karnanya  pihak yayasan menempuh jalur hukum karena ini perbuatan yang merugikan

“Potifar Pinis CS yang telah menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Kami masih telusuri beberapa kios dan rumah makan yang stempelnya juga dipegang oleh mereka dan digunakan dalam pelaporan pertanggung jawaban dana BOS.”,ujar Ince begitu sapaan Margaretha Ottu.

Ia juga menegaskan pihak pihak yang telah bersama-sama melakukan perbuatan yang merugikan akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.