oleh

Di Hane TTS, Siswa SMA Nyaris Dicabuli Om Kandung

-Berita, Hukrim-235 Dilihat

Ket Foto. Korban Percobaan Percabulan,FT

Laporan Reporter SUARA TTS . COM

SUARA TTS . COM | SOE- FT (17) siswi kelas 2 SMA N Benlutu mengaku sudah dua kali mengalami percobaan  percabulan.

Mirisnya pelaku adalah om kandungnya sendiri bernama Imanuel Nuban. Fitri tinggal bersama omnya di RT 02, RW 01 Dusun A, Desa Hane, Kecamatan Batuputih, berhubung ibunya sedang bekerja di Malaysia.

Kepada Suara TTS .com Jumat 10 Desember 2021,Fitri mengisahkan pada bulan juli 2020 lalu saat istri pelaku pulang kampung.
Saat tidur malam, tiba tiba pelaku masuk ke kamarnya dan menarik kain panas yang dikenakannya.
“Om masuk saat saya belum tidur. Waktu Itu sekitar pukul 02.00 dini hari, dia tarik kain panas dan saya sadar langsung keluar rumah dan tidur di tetangga”,ujar Fitri.

Dirinya mengaku pernah dipukul dan diancam akan digantung. Kini dirinya merasa tertekan dan merasa was was saat malam hari.

Kejadian kedua pada Sabtu 27 November 2021. Saat itu pelaku tidur duluan. Begitu juga istri pelaku sudah tertidur.

“Saya saat itu baring baring di lantai karna panas. Om keluar dari kamar dan matikan lampu trus masuk di kamar saya. dia tarik kaki saya dan saya teriak kemudian dia keluar dan sengaja nyalakan lampu lagi”,kisah Fitri.

Lebih lanjut Fitri mengaku sudah tau niat pelaku sehingga dirinya selalu menghindar.
Ia bertahan hanya untuk bisa menyelesaikan studinya.

“Saya sudah tau niatnya itu tidak baik sehingga saya selalu menghindar.
Selama ini saya berdoa agar bisa selesaikan sekolah sampai tamat”, ujar Fitri.

Pasca kejadian kedua, dirinya sudah memberitahukan kepada sang ibu yang ada di Malaysia kemudian kabur dan tinggal bersama pendeta Yesaya Tse.

Dirinya mengaku tidak akan kembali ke rumah pelaku karna merasa takut kejadian yang tidak diinginkan menimpa dirinya.

Kepada Suara TTS.com, Yesaya Tse mengaku saat kejadian pertama dirinya sudah diminta tolong untuk bisa menyelamatkan Fitri dari ancaman pelaku.

“Saat kejadian pertama saya sudah diminta tolong sama ibunya Fitri.
Kasus seperti ini marak di TTS sehingga ketika Fitri mengadu terkait kejadian kedua,saya langsung laporkan ke pemerintah desa”, ujar Pendeta Tse.

Dikatakan usai kejadian kedua ia ditelpon oleh korban yang mengaku kabur dari rumah pelaku.

“Saya di telpon korban dan bilang mau ke rumah. dia bilang sudah bawa pakaian mau ke rumah. Korban ikut saya dan istri ke Soe baru kita sama sama kembali Hane.”,Jelasnya.

Dirinya kemudian melaporkan kejadian tersebut agar bisa diselesaikan di tingkat desa.

Lebih lanjut,Yesaya mengatakan tujuan melaporkan kejadian itu agar mencegah hal yang tidak diinginkan.
“Lebih baik mencegah daripada sudah terjadi, kasian masa depan anak ini, dia tertekan”, ujar Yesaya.

Kasus ini sedang menunggu penyelesaian di kantor desa setempat yang rencananya dilakukan Jumat 10 Desember 2021.(Red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar