oleh

Di TTS Ada Transaksi Jual-Beli Pakai Uang Dari Kayu Loh, intip Yuk

-Berita-275 Dilihat

Ket. Foto: Nampak Ana Almet, salah satu penjual yang berasal dari Desa Nenas, sedang berjualan di Pasar Katemak

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pasar Katemak di Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selama dua hari (Sabtu 13 November dan Minggu 14 November 2021).

Di pasar ini, para pengunjung bisa berbelanja aneka pangan lokal langsung dari para petani. Menariknya lagi, di pasar ini, transaksi jual-beli tidak menggunakan uang kertas atau pun uang logam.

Transaksi jual-beli menggunakan loit. Loit sendiri merupakan kata dalam bahasa dawan yang berarti uang. Loit merupakan uang khusus yang sengaja di buat dari kayu.

Jadi buat para pengunjung, sebelum berbelanja harus menukarkan dulu uang kertas atau uang logamnya dengan loit ini kepada petugas yang ada di pasar tersebut.Mata uang loit ini disebut dengan Kat. 1 Kat bernilai Rp. 1000.

” Di sini (Pasar Katemak) transaksi jual-beli belinya tidak pakai uang rupiah. Ada uang khusus yang terbuat dari kayu yang kita sebut namanya Loit,” ungkap Elfrid Saneh, Koordinator Rayon 1 (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, Sabu, Rote dan Kabupaten Alor) FPRB Propinsi NTT kepada SUARA TTS .COM, Sabtu 13 November 2021.

Di pasar ini, para pengunjung bisa berbelanja aneka pangan lokal mulai dari aneka umbi-umbian, bawang, mangga lokal, alpukat, aneka olahan pangan lokal hingga madu asli Mutis.

Elfrid mengatakan, kegiatan Pasar Katemak sendiri merupakan hasil kerja sama dengan Pikul, Oxfam dan desa-desa binaan Pikul.
Dimana keberadaan pasar ini diharapkan bisa menguatkan ketahanan pangan lokal di tengah perubahan iklim yang terjadi saat ini. Pangan lokal merupakan sumber nutrisi yang tersedia disekitar kita sehingga harus terus dipertahankan sehingga ketahanan pangan masyarakat menjadi kuat. Hal ini akan sangat berdampak dalam upaya pengurangan resiko bencana.
” Kita ingin memperkuat ketahanan pangan masyarakat dengan pangan lokal di tengah perubah iklim yang terjadi akhir-akhir ini. Sehingga jika terjadi bencana, dengan pangan lokal yang tersedia bisa mengurangi resiko bencana,” pungkasnya.

Ana Almet, salah satu penjual yang berasal dari Desa Nenas mengaku, senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Katemak.

Dirinya berharap, aneka pangan lokal yang dibawa bisa habis terjual selama pergelaran pasar tersebut.
” Saya bawa hasil kebun sendiri dan juga madu. Semoga bisa habis terjual semua,” ujarnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.