oleh

Demi Keadilan, Polda NTT Diminta Kerja Ekstra Ungkap Kasus Pembunuhan Astri & Lael

-Berita, Hukrim, Nasional-302 Dilihat

Ket Foto. Andry Pelandou

Laporan reporter SUARA TTS . COM

SUARA TTS . COM | Kupang – Kasus pembunuhan Astri Manafe (30) dan Lael Maccabee (1) yang kini ditangani Polda NTT mendapat sorotan publik.

Andry Pelandou, salah satu dosen di NTT merasa ingin tau soal pengungkapan kasus tersebut apakah pelaku lebih dari satu orang atau tidak.

Karna itu dirinya meminta agar Polda NTT bekerja profesional mengusut kasus ini hingga tuntas dan harus mempertimbangkan rasa keadilan.

“Rasa keadilan masyarakat itu penting menjadi lilin pemandu bagi aparat penegak hukum dalam melakukan proses penyidikan membongkar kasus ini dan menemukan para pelaku lengkap dengan niat jahatnya, kata Andry kepada Suara TTS .com  via telepon seluler Sabtu 4 Desember 2021.

Ia mengatakan  penetapan satu tersangka (tunggal) dengan pasal 338 KUHP harus dihormati, namun Kapolda juga harus mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat yang menurut mereka pelakunya bukan tunggal tetapi dilakukan terencana.

Menurutnya Polda NTT harus terus menerus bekerja keras untuk membongkar kasus ini seutuhnya, sehingga didapat rasa keadilan yang memenuhi harapan publik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bersabar dan memberi waktu bagi kepolisian untuk melaksanakan tugasnya seraya berharap para penyidik bekerja profesional dan sesuai dengan KUHAP.

Penanganan ini juga sesuai surat perintah penyidikan nomor SP-sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021 tentang tindak pidana pembunuhan.

Polda NTT telah menetapkan Randy yang juga supervisior PT The Olive Marganda Brother dan warga Jalan Kenanga, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang sebagai tersangka tindak pidana pembunuhan sebagaimana pasal 338 KUHP.

Sementara itu Ketua umum Ikatan Mahasiswa Nusa Lontar Provinsi Nusa Tenggara Timur ( IKMAR NTT ) Alden Mesakh mengaku pihaknya sangat prihatin dengan kasus Penkase atau kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Ket Foto. Ketua IKMAR NTT, Alden Mesakh

“Kami turut berdukacita atas peristiwa tersebut.Semoga almarhumah Astri dan Lael mendapatkan tempat yang layak di hadapan Tuhan pemberi hidup”, ujarnya via WhatsApp.

Terkait kinerja Polda NTT, Alden mengaku sangat kecewa dengan.Hal ini karena sebelumnya beberapa bukti dan keterangan kuat dari keluarga dan saksi sudah menguatkan pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap pelaku namun polisi masih menunggu hasil tes DNA, yang artinya bahwa pelaku diberikan ruang untuk melarikan diri.

” Pelaku sudah menyerahkan diri jadi kami tentu apresiasi kinerja pihak kepolisian khusus Polda NTT. Namun  kami dari IKMAR berharap Polda lebih ekstra lagi dalam mengejar para pelaku lainnya, karena kami yakin bahwa bukan hanya Randi sendiri yang melakukan pembunuhan tersebut”,ujar Alden.

Lebih lanjut menurutnya, secara logika tidak mungkin seorang diri menghabisi 2 orang nyawa dan sendiri pula yang melakukan penguburan.

Dikatakan hal itu sangat mustahil karenanya IKMAR perlu tegaskan tetap mendukung Polda NTT dalam hal ini pihak penyidik dalam mengungkapkan aktor dalam kasus pembunuhan tersebut.

Hal senada diungkapkan anggota IKMAR NTT, Wiwid Pelandou. Dirinya merasa kesal dengan putusan polda NTT terkait pasal yang akan dikenakan pada pelaku pembunuhan.

Untuk diketahui, jenazah ibu dan anak ini ditemukan tanpa identitas dan membusuk di lokasi penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng di RT 001/RW 001, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu 30-10-2021 pekan lalu.

Penetapan Randy sebagai tersangka pun cukup panjang. Penyidik Polsek Alak, Polres Kupang Kota dan Direktorat Reskrimum Polda NTT harus melakukan gelar perkara beberapa kali sebelum meyakinkan keterlibatan Randy dalam kasus ini.

Dalam setiap pemeriksaan oleh penyidik, Randy selalu membantah terlibat dalam kasus pembunuhan Astri yang juga mantan pacarnya dan anak biologisnya Lael.

Polisi juga sebelumnya berusaha keras mengungkap identitas kedua jenazah ini karena saat ditemukan tanpa identitas dan sudah rusak. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.