oleh

Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di TTS, Tahun 2021 Ada 63 Kasus

-Berita-198 Dilihat

Ket Foto : Nampak Suasana Foto Bersama Usai Launching Kampanye Anti  Kekerasan Terhadap Perempuan

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Sepanjang tahun 2021 (Januari hingga November) Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP) Soe mencatat jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sebanyak 63 kasus.

Jumlah tersebut, diluar kasus kekerasan seksual yang tidak dilaporkan ke SSP Soe untuk dilakukan pendampingan.
” Kita di TTS sudah darurat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Kita berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah-langkah yang luar biasa untuk menangani persolan ini.

SSP Soe dengan segala keterbatasannya sudah berupaya untuk mencegah, menangani dan mendampingi para korban untuk mendapatkan keadilan,” ungkap Direktur Yayasan SSP, Rambu Atanau Mella dalam jumpa pers, Kamis 25 November 2021.

Dari total 63 kasus tersebut, lima kasus sudah divonis, lima kasus masih dalam proses persidangan dan sisanya masih di proses di tingkat kepolisian.

Untuk kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, Rambu menegaskan, tidak ada jalan damai. Pihaknya melakukan pendampingan hingga vonis di tingkat pengadilan.
” Untuk kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang kita dampingi, tidak ada yang diselesaikan secara kekeluargaan atau menempuh jalur damai. Kita dampingi hingga vonis pengadilan,” tegasnya.

Dari lima kasus yang telah divonis dijelaskan Rambu, semua dijatuhkan hukuman maksimal atau 10 tahun ke atas.

Dirinya berharap, vonis maksimal tersebut bisa memberikan efek jerah kepada para pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan menjadi upaya pencegahan terhadap perbuatan tersebut.
” Kita berikan apresiasi yang tinggi kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Soe yang telah memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan,” ujarnya.

* Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP) Kabupaten TTS melakukan kampanye 16 hari tanpa kekerasan terhadap perempuan.

Launching kampanye ini berlangsung di kantor sekertariat SSP, Kamis, 25/11/2021 dipimpin Direktur Yayasan SSP, Rambu Atanau Mella.

Launching kampanye ini sendiri, dilakukan bertepatan dengan hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Kampanye ini akan berlangsung hingga tanggal 10 Desember yang merupakan hari HAM Internasional.

Masa kampanye akan diisi dengan aneka kegiatan mulai malam renungan Hari AIDS, Ngobrol santai tentang kekerasan seksual terhadap perempuan, kampanye lewat radio hingga pemasangan spanduk terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

” Selama masa kampanye ini, kita akan menggelar beberapa kegiatan sebagai upaya mencegah dan menekan kasus kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya.

Tema kampanye tahun ini sendiri dikatakan Rambu yaitu, Dukung korban, Dukung penghapusan kekerasan seksual, gerakan bersama sahkan payung hukum penghapusan kekerasan seksual.

” Kita berharap RUU penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan bisa segera disahkan oleh pemerintah. Hal ini sangat penting tidak hanya untuk penegakan hukum saja, tetapi juga untuk melindungi para korban,” terangnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.