oleh

Daging Sapi Ilegal Masuk Pasar Inpres Soe

-Berita, Hukrim-216 Dilihat

Ket Foto. Nampak Salah Satu Depot Penjualan Daging Sapi di Pasar Inpres Soe

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE – Daging sapi satu ekor utuh milik seorang pejagal di TTS sempat disita oleh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan TTS, Rabu 12 Januari sekitar pukul 09.00 WITA di salah satu depot penjualan di pasar Inpres Soe.

Daging sapi dibawah masuk tanpa dilengkapi dokumen alias ilegal. Mirisnya hal tersebut sudah berulang kali dilakukan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan TTS, drh Dianar A.S Atti dikonfirmasi melalui petugas Disnak Kamis 13 Januari membenarkan hal tersebut.

Dijelaskan, pihaknya sempat menyita daging sapi 1 ekor utuh dari seorang pejagal yang hendak dipasok ke depot penjualan daging di pasar Inpres Soe.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata pejagal tersebut tidak membawa dokumen lengkap. Selain itu juga pejagal masih menunggak retribusi sejak tahun 2021 lalu

Menurut sang petugas, sesuai prosedur untuk membawa daging masuk ke Soe harus melalui Keu Master di Kecamatan sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap daging apakah layak atau tidak.
Jika dikatakan layak usai pemeriksaan maka pejagal akan diberikan surat jalan.

“Setiap daging keluar harus dilengkapi dokumen dari Keu master. Ini kita temukan daging yang dibawa tidak punya surat jalan dan juga masih menunggak retribusi”,ujarnya

Karna baru pertama ditemukan,pejagal hanya diberikan peringatan dan daging dikembalikan. Jika mengulangi perbuatannya akan disanksi berupa
pencabutan ijin usaha.

Sedangkan terkait tunggakan retribusi,pihak dinas akan melakukan penagihan.

Sementara itu pemilik Depok Penjualan daging MBAK ETIK, Titik Fatmawati mengaku dirinya sering membeli daging dari pejagal tersebut tanpa tau apakah punya ijin resmi atau tidak.

Ia mengatakan biasa memasok daging 3 sampai 4 kali dalam seminggu.

” Saya tadi malam memasok daging sapi 1 ekor utuh dari pejagal namun sempat ditahan petugas. Saya tidak tau persoalannya apa. Ternyata petugas informasikan bahwa daging tidak ada dokumen”,ujar Titik.

Meski sudah lama berjualan daging sapi, Ia mengaku belum punya rekomendasi dari dinas sebagai salah satu persyaratan.

Untuk diketahui sesuai SK Bupati, di wilayah TTS terdapat 58 orang pejagal sapi dan babi.

Dengan rincian Kota Soe 16 orang , Kapan 9 orang , Niki Niki 5, Oinlasi 1, Oeekam 1 sedangkan pejagal babi kota Soe 21 orang, Kapan 5.

Sementara juru sembelih di TTS berjumlah 11 orang yang sudah punya sertifikat setelah dilatih oleh Disnak Keswan NTT.

11 orang juru sembelih tersebar di Soe, Kapan, Oeekam, Oinlasi, Niki Niki dan Batuputih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.