oleh

Cari Keadilan, Anggota DPRD TTS Hendrik Babys Polisikan Apder Seo

-Berita, Hukrim-241 Dilihat

Ket Foto. Anggota DPRD TTS, Hendrikus Babys 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama istrinya Semrys Oryanty Lette dalam kasus penganiyaan terhadap Apders Seo, anggota DPRD TTS,Hendrikus Babys balik melaporkan Apder Seo ke polisi terkait tindak pidana pengancaman.

Laporan polisi dengan Nomor STTLP/7/11/2022 /RES-TTS tertanggal 28 Maret 2022 yang ditandatangani Bripka Simon B.K.Mella selaku BANIT II SPT Polres TTS.

Dalam laporan tersebut, diuraikan bahwa pada Rabu tanggal 18 Agustus 2021 sekitar pukul 18.30 WITA, bertempat di Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan telah terjadi Tindak pidana PENGANCAMAN yang mana disaat terlapor akan menyerang kepala desa, pelapor menegur terlapor namun terlapor balik menyerang pelapor menggunakan batu. Terlapor dihadang oleh warga lainnya Ramona Lakapu.
Dengan adanya kejadian tersebut Pelapor datang ke ruang SPKT Polres TTS untuk melaporkan kejadian tersebut guna diproses lebih lanjut.

Hendrik Babys kepada SUARA TTS.COM, Selasa 5 April 2022 membernarkan laporan tersebut. Anggota DPRD Fraksi Partai Nasdem ini menjelaskan dirinya memilih diam dan mengikuti proses hukum terhadap dirinya yang sedang berlangsung.

Ia berpikir setelah dilaporkan oleh Apder Seo, tidak mungkin dirinya balas melaporkan yang bersangkutan. Namun dalam perjalanan, proses hukum terus berlanjut karna itu untuk mencari keadilan maka dirinya juga memilih untuk menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi.

” Sebenarnya saya tidak ingin laporkan masyarakat namun setelah pertimbangkan akhirnya saya tempuh jalur hukum untuk cari keadilan”, Heba.

Baca juga  https://www.suaratts.com/berkas-dugaan-penganiayaan-dengan-tersangka-anggota-dprd-tts-dikembalikan-jaksa/

Lebih lanjut anggota Komisi 1 DPRD TTS ini mengatakan dirinya bersama sang istri Semrys Oryanty Lette sudah dijadikan tersangka. Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, mereka tetap serahkan proses kepada penegak hukum. Ia lantas meminta Pospera yang selama ini mengawal kasus tersebut untuk tidak bernafsu dan berkomentar berlebihan di media.

“Saya minta ketua Pospera,Yerim Fallo untuk tidak bernafsu karna ini sudah di ranah hukum. Ini urusan penegak hukum”,ujar Heba.

Sementara itu Semrys Oryanty Lette menguraikan poin poin kronologi pengancaman terhadap suaminya pada tanggal 18 Agustus 2021 Sekitar pukul 18:30 WITA dalam sebuah yaitu :

1. Apder Seo datang dari arah Oekiu menuju Noemuke sambil
teriak tidak karuan, saya sedang duduk di rumah jabatan desa Noemuke bersama salah seorang pengurus PAM Desa.

2.Karena sangat mengganggu ketertiban umum, saya menegur Apder Seo dengan dialek kami “Ho sapa itu” dengan menghentikan motornya dan menghadap kepada saya dan membalas kata makian”Hoi p*k*, P*k* Ma*. lalu Apder Seo yang dibonceng saudaranya pergi dengan ke arah kali Noemuke.

3. Saya dan pengurus PAM Desa terkejut karena yang berada di rumah jabatan desa hanya kami berdua, akhirnya kami memutuskan mengikutinya ke arah kali Noemuke. Kami bertemu dengan suami saya (Hendrik Babys) yang kebetulan baru kembali dari kebun. Saya minta untuk diantarkan ke kali karena ada anak yang memaki saya.

4. Tiba di kali saya tidak mengenal Apder Seo tapi saya mengenali dia dari pakaian yang dia pakai. saya langsung menghampirinya dan bertanya: Tadi kamu maki siapa?? dia menjawab : Tadi saya ada maki lu ko ? Saya ulangi pertanyaan yang sama dan ia menjawab: tadi saya maki ada
sebut nama ko ?.
Saya langsung berkata , tidak sebut nama tapi posisi kamu berdiri dan wajah balik ke arah saya. Kamu maki siapa? dia menjawab tadi saya ada lu ko p*k* ma*, ma* pu p*k* ? di situ sebagai seorang pemimpin wilayah dan seorang Ibu rasa sangat di terhina dan di rendahkan martabat saya, maka saya mengambil kayu ukuran batang sapu ijuk dan memukulinya di bagian kaki sebanyak 4 kali sebagai bentuk pembinaan, tapi dia terus memaki dan hendak menyerang saya.

5. Saya kembali ke rumah Jabatan dan langsung menelepon Polsek Amanuban Selatan untuk bisa membantu saya mengamankan saudara Apder.

6. Dia dijemput anggota polsek Amanuban Selatan Sekitar pukul 20.00 WITA.

7 Terkait ini saya dilaporkan saudara Apder Seo ke Polsek Amanuban Selatan, padahal saya yang meminta untuk Apder diamankan. disini saya sangat sesalkan anggota polsek Amanuban Selatan yang tidak ada konfirmasi balik dulu dengan saya sebagai pemimpin wilayah, malah mereka menerima laporan Apder Seo, Ini ada apa sebenarnya? saya didiskriminasi.(Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.