oleh

Bupati TTS Akui Kontribusi TNI Dalam Penurunan Angka Stunting

Ket Foto. Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS .COM | SOE – Dari semua Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, angka Stunting di Kabupten TTS cukup tinggi yakni mencapai 8,5 persen.

Hal ini diungkapkan Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun kepada wartawan,Rabu 9 Febuari 2022.

Karna itu Pemda sementara mengukur 41 ribu lebih anak di TTS yang mana hingga kini kondisi pengukuran sudah mencapai sekitar 27 ribu lebih anak.

Dari kondisi tersebut ada banyak bantuan dari TNI- Polri, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten.

Terkhusus  jajaran TNI kata Bupati Epy, ada bantuan Pompa Hidram 43 titik, lahan 100 ha, irigasi tetes 3 titik ,Sumur bor 4 dan plasma ayam 6.

Bantuan tersebut turut mendorong penurunan angka Stunting di wilayah TTS. Tak hanya itu tapi juga namun angka kemiskinan turun sebesar 0,85 persen dan angka tersebut terbesar ke dua di Indonesia.

Ada kontribusi nyata TNI dalam penurunan angka Stunting dan kemiskinan di TTS.

“Saya secara pribadi mewakili Pemda dan masyarakat TTS berterima kasih kepada TNI yang turut berkontribusi kepada Pemda dalam penurunan angka Stunting.

Saya berharap jangan hanya sampai disini tapi kita terus bekerja sama dalam menekan angka Stunting”,ujar Bupati Epy.

Dikatakan jajaran TNI mulai dari Kodam IX/Udayana, Korem 161/WS ,Kodim 1621/TTS cukup memberi perhatian dalam penurunan angka Stunting.

Untuk diketahui Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Soni Aprianto melakukan kunjungan kerja di wilayah Kodim 1621/TTS,Selasa 08 Februari 2021.

Ket Foto. Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun saat menerima kunjungan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Soni Aprianto

Dalam arahannya kepada Anggota Militer dan ASN Kodim 1621/TTS serta Forkompinda,Pangdam IX/Udayana mengatakan mantan Pangdam IX/Udayana sebelumnya

Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M. Sc telah menemukan solusi mengatasi kesulitan rakyat soal air bersih yaitu pompa hidram.

Karna itu Pangdam berjanji akan melanjutkan program pendahulunya yang kini menjabat Pangkostrad tersebut namun membutuhkan bantuan pihak lain untuk pendanaan.

“Sekarang masyarakat sudah sangat terbantu dengan pompa hidram dan sumur bor dan ini berkat Kerja keras dari seluruh prajurit, masyarakat sudah merasakan manfaatnya dan kita harus tetap bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat, tidak ada yang lain, untuk rakyat kita tidak boleh berdiam diri”,paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.