oleh

Buntut SK Penundaan Pilkades, Calon Kades Mengadu Ke DPRD TTS

-Berita, Politik-339 Dilihat

Ket Foto. Nampak Simon Tanaem sedang berbincang dengan Anggota Komisi 1 DPRD TTS, Gustaf Nabuasa dan Lusi Tusalakh di ruang Komisi 1 DPRD TTS

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS .COM | SOE – Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian, Kamis 20 Januari 2022 mendatangi kantor DPRD TTS guna menyampaikan pengaduan terkait keberadaan surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon.

Simon menyebut SK tersebut sebagai bentuk arogansi kekuasaan sehingga asal membuat keputusan.
” Saya sudah menang, sekertaris sudah kontak saya minta buat baju untuk pelantikan, tiba-tiba ada SK penundaan Pilkades yang membatalkan atau meniadakan hasil Pilkades pada 1 Desember lalu.Saya tidak terima dengan keputusan pemerintah ini. Saya akan ajukan gugatan ke PTUN pada Senin mendatang,” tegas Simon.

Gustaf Nabuasa, anggota Komisi 1 DPRD TTS mendukung langkah Simon untuk mengajukan gugatan terhadap SK Penundaan tersebut.
Dirinnya menyatakan, komisi 1 DPRD TTS siap hadir jika nantinya diminta untuk memberikan keterangan pada persidangan.

” Kami dukung langkah pak Simon. Jika kami dipanggil untuk memberikan keterangan pada persidangan mendatang, kami siap,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Untuk diketahui, pada Pilkades lalu perolehan suara Simon mampu mengungguli dua calon lainnya. Dimana Simon mampu meraih 66 suara, Yorhans Benu meraih 65 suara dan Nedy Tanaem meraih 62 suara.

Namun oleh Yorhans yang merupakan calon Incumbent menggugat hasil tersebut. Yorhans menggugat hasil Pilkades tersebut dengan alasan adanya pemilih atas nama Jibrael Lakapu yang memilih di dua desa (Naifatu dan Sunu).

Jibrael sendiri diketahui masuk dalam DPT dan menerima undangan untuk mencoblos pada Pilkades Naifatu.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi 1, Dr. Uksam Selan dan Ketua Komisi IV DPRD TTS, Marthen Tualaka mendukung langkah yang diambil Simon Tanaem, calon kepala Desa Naifatu, Kecamatan Santian yang akan menggugat surat keputusan (SK) Bupati TTS, Egusem Piether Tahun Nomor 13/KEP/HK/2022 Tentang Penundaan Pemilihan Kepala Desa Naileu, Kusi Utara, Naifatu dan Bileon. Menurut keduanya, hal tersebut merupakan langkah yang tepat dan sesuai aturan hukum yang bisa ditempuh pasca dikeluarkan SK penundaan tersebut.
” Ada ruang untuk melakukan gugatan terhadap SK tersebut sehingga saya merasa itu langkah yang tepat. Bisa saja putusan hakim nantinya memenangkan pihak penggugat dan diperintahkan untuk dilantik,” terang Dr. Uksam. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.