oleh

Buntut Ingkar Janji Pekerjaan Jalan Bonleu, Araksi dan Pospera Gelar Aksi Demo

-Berita, Politik-631 Dilihat

Ket. Foto :Ketua Araksi, Alfred Baun dan Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Buntut ingkar janji pekerjaan jalan Bonleu oleh Pemda dan DPRD TTS, Araksi dan Pospera Kabupaten TTS akan menggelar aksi demo yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 9 Maret 2022.

Aksi yang berpusat di kantor Bupati dan DPRD TTS tersebut dimaksud untuk mempertanyakan alasan dibalik Ingkar Janji tersebut.
” Besok kita masukan surat ke Polres, Rabu kita gelar aksi demo dengan titik pusat di kantor DPRD dan Bupati TTS,” Alfred Baun, Araksi kepada SUARA TTS.COM, Minggu 6 Maret 2022.

Selain menggelar orasi lanjut Alfred, dalam aksi tersebut juga akan dilakukan audience dengan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dan DRPD TTS. Audience ini dimaksudkan agar masa pendemo bisa mendapatkan penjelasan jelas-jelasnya terkait tidak adanya anggaran pekerjaan jalan Bonleu tahun ini dari Bupati dan DPRD TTS.

Selain itu, dalam audience tersebut, Pospera dan Araksi akan meminta risalah rapat Banggar untuk mendapatkan bukti siapa yang sebenarnya mau mengerjakan jalan Bonleu, dan siapa yang sebenarnya tidak mau jalan Bonleu dikerjakan.

” Kita juga akan melakukan audience dengan Pak Bupati dan DPRD TTS sehingga kita harapkan saat aksi nanti, baik Bupati maupun DPRD bisa bertemu dengan massa pendemo,” ujarnya.

Ditanya apakah dalam aksi tersebut hanya beragenda tunggal, Alfred menjelaskan ada beberapa agenda lain yang akan diangkat dalam aksi tersebut. Salah satu issue yang akan diangkat adalah issue politik Dinasti yang sedang hangat dibahas di group media sosial Facebook maupun group WhatsApp.

” Kita juga akan angkat issue politik Dinasti di kabupaten TTS. Karena hari ini dimana-mana orang bicara soal issue Dinasti era kepemimpinan Bupati Egusem Piether Tahun,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerim Yos Fallo estimasi massa yang akan hadir dalam aksi tersebut berkisar 500 orang. Jika dalam aksi tersebut massa tidak bertemu dengan Bupati Tahun, maka massa akan menginap di kantor Bupati TTS hingga Bupati Tahun bersedia bertemu dengan massa pendemo
” Kalau hari Rabu kita tidak ketemu dengan pak Bupati, kita akan menginap di kantor Bupati. Kapan kita ketemu dengan Bupati, mendapatkan penjelasan tentang tuntutan kita baru kita bubar,” tandasnya. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.