oleh

Bidan Jinli Diberhentikan Sebagai TKD, Kades Sebut Tak Punya Anggaran.

-Berita-1161 Dilihat

Ket Foto. Nampak Bidan Jinli L.Banamtuan sedang melaksanakan tugas sebagai TKD

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Jinli L.Banamtuan, Tenaga Kesehatan Desa (TKD) Nasi, Kecamatan Amanatun Utara diberhentikan oleh kepala desa dengan alasan tidak ada anggaran.

Pemberhentian melalu surat bernomor DS. Nasi/100/36/04/2/2022 dengan alasan yang tertuang dalam surat tersebut adalah Plafon dana desa tahun anggaran 2022 tidak cukup untuk membiayai honor.

Jinli kepada wartawan, Selasa 8 Febuari 2022 mengungkapkan, dirinya diberikan surat pemberitahuan oleh salah satu perangkat desa.

Selain itu juga pesan ada pesan dari Kepala Desa untuk segera berkemas dan keluar dari Polindes.

Ia merasa alasan tersebut mengada ada karena selama ini ia melakukan tugasnya dengan baik.

” Saya agak kecewa dengan keputusan bapa Kepala Desa. Saya sudah mengabdi dua tahun. Tidak ada masalah apapun dalam pekerjaan dan pelayanan kesehatan yang saya lakukan di desa Nasi. Tapi saya kaget terima surat pemberhentian hari Kamis malam (4/2/2022),” ucap Bidan Jinli.

Menurut Jinli, dirinya mengabdi di Desa Nasi sebagai Tenaga Kesehatan Desa berdasarkan rekomandasi Bupati Timor Tengah Selatan yang ditandatangani oleh Plh Bupati TTS Marthen Selan dengan Nomor : DINKES 07.05.03/547/II/2019 dan dinyatakan layak untuk diterima sebagai Tenaga Kesehatan Desa.

“Kalau alasannya dana tidak cukup saya rasa berlebihan karena pos anggaran untuk kesehatan adalah yang paling utama. Jadi saya kira alasannya terlalu mengada-ada,”ujar Jinli.

Dirinya akan menemui Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas PMD untuk menyampaikan hal yang dialaminya.

“Saya rencananya akan ke dinas Kesehatan dan juga Dinas PMD untuk menyampaikan hal yang saya alami,”pungkas Jinli.

Kepala Desa Nasi Kecamatan Amanatun Utara,Markus Tafuli memberhetikan tenaga kesehatan desa yang sudah mengabdi selama 2 tahun. Pemberhentian tersebut dilakukan oleh Kades dengan alasan dana desa tidak mencukup untuk membiayai honorarius tenaga kesehatan.

Melalui surat nomor DS. Nasi/100/36/04/2/2022 yang bersifat Penting/segera meminta agar tenaga kesehatan desa atas nama Jinli L. Banamtuan untuk mengosongkan Polindes tempat dimana Jinli mengabdi dan tinggal di Polindes Desa Nasi.

“Sehubungan dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Nasi serta pemberdayaan potensi SDM di Desa Nasi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan Desa Nasi tahun anggaran 2022 maka bersama ini kami sampaikan kepada saudari agar segera mengosongkan Polindes Nasi karena Pemerintah Desa Nasi sudah tidak melakukan kontrak kerja lagi dengan saudari,” kata Kades Markus sebagaimana dalam suratnya yang diterima Jinli yang copiannya diterima media di Soe (8/2/2022).

Lebih lanjut tulis Kades Markus, pemberhentian terhadap bidang Jinli Banamtuan karena ketersediaan tidak mencukupi untuk membiayai khusus untuk pemberian honor, sehingga pihaknya memberhentikan Jinli.

“Krena ketersediaan anggaran untuk memberikan honor kepada saudari sesuai dengan plafon Dana Desa kami tahun 2022 kami rasa tidak cukup untuk membiayai honor saudari,” tulis Kades Markus.

Media ini menghubungi kepala desa Nasi, Markus Tafuli namun nomor telepon tujuan sedang tidak aktif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar