oleh

Beda Gaya Bupati Tahun dan DPRD TTS Sikapi Penutupan Sumber Air Bonle’u

-Berita-137 Dilihat

Ket. Foto: Nampak suasana pertemuan DPRD TTS bersama masyarakat desa Bonleu di bawah pohon kesambi, Rabu 13 Oktober 2021

Laporan Reporter SUARATTS.COM

SUARA TTS | SOE – DPRD TTS memiliki gaya yang berbeda dengan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dalam menyikapi persoalan penutupan sumber air Bonleu.

Jika Bupati Tahun lebih memilih membawa masalah tersebut ke ranah hukum, DPRD TTS lebih memilih untuk turun ke Desa Bonleu bertemu dengan masyarakat menjelaskan duduk persoalan sehingga pekerjaan jalan Bonleu tak bisa dilakukan pada tahun ini.

Dipimpin Wakil Ketua 1 DPRD TTS, Religius Usfunan dan Wakil Ketua II, Yusuf Soru, rombongan anggota DPRD Kabupaten TTS, Roy Babys, David Boimau, Yupic Boimau, Mariana Lakapu, Emanuel Olin, Thomas Lopo, Viktor Soinbala, Roby Faot, Uria Kore, Lusi Tusalakh, Thomas Lakapu, Lorens Jehahu, Ruba Banunek dan Habel Hotti, Rabu 13 Oktober 2021 mendatangi Desa Bonleu.
Di bawah pohon kesambi beralaskan batu, para wakil rakyat duduk bersama masyarakat desa Bonleu.

Religius Usfunan menjelaskan, ada beberapa alasan sehingga jalan Bonleu tidak bisa dikerjakan pada perubahan APBD Tahun 2021. Dirinya menyebut, keterlambatan penetapan APBD, waktu yang terlalu sempit dan musim hujan yang sudah dekat menjadi pertimbangan sehingga jalan tersebut tidak bisa dikerjakan di tahun ini.

” Kita (DPRD TTS) sudah masukan Anggaran untuk jalan Bonleu di KUA- PPAS tapi karena ada pertimbangan dari dinas teknis terkait waktu dan Musim hujan yang hampir tiba, akhirnya anggaran tersebut terpaksa dikeluarkan dari dokumen RAPBD perubahan 2021,” jelas pria yang akrab disapa Egi ini.

Ditambahkan Wakil Ketua II DPRD TTS, Yusuf Soru, kedatangan DPRD TTS ke Desa Bonleu bukan untuk memaksakan masyarakat untuk membuka kembali sumber air Bonleu. Kedatangan rombongan wakil rakyat untuk menjelaskan duduk persoalan tidak dikerjakan jalan Bonleu dan mendengarkan ungkapan hati masyarakat.

” Kami datang untuk jelaskan persoalan kenapa Anggaran untuk Bonleu tidak bisa diakomudir di perubahan dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat,” terangnya.

Untuk diketahui, Bupati TTS Egusem Pieter Tahun dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan “Pihak PDAM sudah lapor polisi. Biarkan Polisi selesaikan”, demikian bunyi WhatsApp yang diterima SuaraTTS.com.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu.

Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.

Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.

Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu.

Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata.
” Kami ini ibarat anak, lalu mereka (Bupati dan Pimpinan DPRD TTS) itu orang tua kami. Kami punya orang tua tipu kami makanya kami kecewa dan tutup lagi air ini,” ungkap Soleman. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.