oleh

Bantuan Rumah Di Desa Napi Tak Tuntas, Warga Minta Panitia Pilkades Coret Kades Zakarias Talan

Ket Foto. Nampak Rumah bantuan milik Yunus Manu.

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE – Bantuan rumah untuk masyarakat desa Napi, Kecamatan Ki’e , Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang bersumber dari dana desa tahun 2018 dikeluhkan karna pembangunannya tidak tuntas.

Adalah Yunus Manu warga RT 04/RW 01, Dusun A desa Napi mengaku bantuan rumah tahun 2018 yang diberikan dalam bentuk bahan bangunan tidak lengkap.

Kepada SUARA TTS.COM,Selasa 19 April 2022, Yunus  merincikan bahan bangunan yang diterima berupa semen 19 sak, seng 56 lembar, paku seng 1 kg , paku 10 dan 7, 1 kg,  Pasir 1,1/2 ret. Sedangkan ongkos tukang diberikan 1 juta dan sensor kayu 1 juta.

Dikatakan hingga saat ini rumah miliknya yang berukuran 5×7 tersebut belum memiliki pintu.

Bahkan menurut Yunus, pengurus minta pasir yang sudah diberikan kepadanya dibagi lagi ke orang lain,namun dirinya tidak mau.

” Bahan bangunan yang diberikan kurang. Saya tidak dikasih batako. Kita juga tidak tau berapa anggaran tiap rumah, pengurus tidak pernah jelaskan ke kita penerima bantuan”,ujarnya.

Dirinya menduga dana bantuan rumah disunat oleh pengurus,karna itu ia minta untuk inspektorat melakukan audit dana desa Napi karna banyak pekerjaan yang belum selesai.

Warga lainya, Marjon Nenobais yang memperoleh bantuan rumah ukuran 6×7 pada tahun 2020 mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, informasi dari desa lain, bantuan bahan bangunan diberikan full hingga pembangunan rumah selesai namun justru di desa Napi sebaliknya. Masyarakat berusaha sendiri untuk selesaikan sehingga ada rumah yang tidak selesai karena penerima bantuan memang tidak mampu.

Dirinya sendiri memperoleh pasir 2 ret, seng 60 lembar, semen 25 sak, paku 7,10,12 sebanyak 1 kilo, paku seng 1 kilo, Tukang dan sensor 1 juta.

“Batu merah hanya 300 dan itu kurang sehingga saya cetak lagi”, keluhnya. Kita tanya RAB juga pengurus tidak mau tunjukan. Mereka bilang yang penting sudah dapat bantuan”,ujar Marjon.

Ia lantas mengatakan banyak pekerjaan pembangunan fisik di desa Napi yang tidak selesai karena itu kepala desa Zakarias Talan harus bertanggung jawab dengan tidak perlu maju lagi dalam Pilkades.

“Kalau bisa Inspektorat audit khusus dan tidak berikan rekomendasi kepada kepala desa untuk maju lagi. Kami minta panitia Pilkades mencoret Zakarias Talan dari bakal calon kepala desa”,ujarnya.

Marjon menyebut banyak bantuan rumah sejak tahun 2018 tidak selesai. Selain itu ada juga bangun posyandu.

Sayangnya beberapa nama penerima bantuan perumahan tidak sempat ditemui karna tidak berada di tempat.

Hingga berita ini diturunkan,Kepala Desa Zakarias Talan belum berhasil dikonfirmasi.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.