oleh

Ayah RB Minta Maaf, Mengaku Menyesali Perbuatan Sang Anak

-Berita, Hukrim-220 Dilihat

Ket. Foto: Nampak Randy Badijdeh alias RB tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang sedang digiring anggota polisi bersenjata di Polda NTT.

Laporan Reporter SUARA TTS.Com

SUARA TTS .COM | SOE – Ramli Badijdeh, ayah kandung Randy Badjideh alias RB, tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Evita Suprini Manafe (30) dan Lael Marcabell (1) meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatan sang anak.

Dirinya mengaku, selama ini pihak keluarga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban namun karena waktu yang dinilai belum tepat, hal tersebut belum dilakukan.

” Kami (keluarga) secara pribadi sebenarnya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, tapi waktunya yang belum tepat,” ungkap Ramli yang dikutip dari Pos.Kupang Com, Jumat 10 Desember 2021.
Dirinya menyebut, pihak keluarga sangat menyesali perbuatan RB terhadap kedua korban. Dikatakannya tidak ada orang tua yang mau anaknya melakukan perbuatan tersebut.

Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
” Saya kira tidak ada orang tua yang mau anaknya berbuat seperti itu. Saya sangat menyesali perbuatan anak saya,” ujarnya.

Pihak keluarga lanjut Ramli, tidak mengetahui penyebab atau faktor yang mendorong anaknya nekat melakukan aksi sadis tersebut.

Pasalnya, keluarga besar pelaku berdomisili di Kabupaten Rote Ndao. Pihak keluarga merasa kaget ketika mendengar kasus pembunuhan yang diduga dilakukan anaknya tersebut.

” Kami pihak keluarga juga kaget saat mendengar informasi itu. Kami semua berada di Rote. Kami sampai saat ini belum tahu kenapa anak kami tega berbuat seperti itu,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengacara ternama tanah air, Hotman Paris menduga jika Randy Badjideh alias RB membunuh anak kandungnya, Lael Marcabell (1) karena ingin menghilangkan saksi atau menghilangkan jejak dalam kasus tersebut.

Baca juga “Penganiayaan terhadap polisi oleh oknum Pemuda Pancasila”

Menurutnya, tidak ada alasan untuk pelaku marah terhadap anak yang belum genap berusia 1 tahun sehingga memicu terjadinya pembunuhan secara spontan.
” Tidak alasan pembunuhan spontan terhadap anak ini. Kemungkinan ada perencanaan sehingga sampai anak kecil pun dibunuh. Ada kemungkinan pelaku mau menghilangkan saksi. Di sini berarti ada unsur perencanaan,” duga Hotman dalam acara talk show Hotman Paris Show yang ditayangkan Inews pada Kamis 9 Desember malam.

Dirinya juga menghimbau kepada Kapolda NTT agar benar-benar memperhatikan kasus tersebut. Pasalnya, kasus tersebut kini menjadi atensi seluruh masyarakat Indonesia dan juga Pimpinan di Mabes Polri.
” Kepada bapak Kapolda NTT saya himbau agar kasus ini benar-benar dapat diperhatikan karena ini sudah menjadi atensi publik dan Pimpinan di Mabes Polri terlepas dari siapa pun pelakunya,” imbau Hotman.(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.