oleh

Aneh, Kades Napi Tak Tahu Besaran Dana Bantuan Rumah Untuk Warga.

-Berita-586 Dilihat

Ket Foto Nampak salah satu rumah bantuan 

Laporan Reporter SUARA TTS.COM

SUARA TTS.COM | SOE- Zakarias Talan sudah menjabat Kepala Desa Napi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)  dua periode.

Kini kembali mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa periode ketiga 2022-2028, namun anehnya ia mengaku tidak tahu besaran dana untuk bantuan rumah bagi warganya.

“Saya tidak tahu persis, besaran dana per unit. Karena sudah lama jadi saya tidak tahu. Nanti saya cek dulu,”ujar  Kepada Desa Napi Zakarias Talan kepada SUARA TTS.COM melalui layanan telepon, Rabu 20 April 2022.

Baca juga. https://www.suaratts.com/kadis-pmd-sebut-panitia-pilkades-kesetnana-lompat-tahapan/

Ketika ditanya setiap tahun dirinya mengalokasikan anggaran untuk bantuan perumahan 20 unit per tahun, namun pekerjaan tidak mencapai 100 persen, Kades Zakarias Talan hanya tertawa.

Menurutnya, ia melakukan sosialisasi sebelum rumah warga dikerjakan. Sosialisasi tersebut untuk menyampaikan bahan apa saja yang dibiayai dari dana desa dan bahan apa saja yang ditangani oleh penerima manfaat.

Namun, Kades Napi Zakarias Talan mengaku tidak tahu persis bahan bangunan dibiayai dari dana desa dan besaran anggaran per unit.

“Saya tidak tahu persis, karena sudah lama. Tetapi, sebagian bahan bangunan ditanggung penerima bantuan,”Ucapnya.

Zakarias mengaku pengelolaan dana desa Napi tidak menjadi masalah. Namun, ketika ditanya sudah ada pemeriksaan dari Inspektorat dirinya langsung mematikan handphone serta menonaktifkan handphonenya.

Untuk diketahui penerima bantuan rumah Yunus Manu dan Marjon K Nenobais warga RT 004/RW 001 Dusun A Desa Napi mengaku bantuan rumah yang didanai dari dana desa Napi terkesan tertutup.

Sebab, para penerima bantuan tidak tahu dengan besaran anggaran per unit rumah yang dibiayai dari dana desa Napi.

“Bahan bangunan yang diberikan kurang. Saya tidak dikasih batako. Kita juga tidak berapa anggaran tiap rumah, pengurus tidak pernah jelaskan ke kita penerima bantuan”,ujar Yunus.

Dikatakan penerima bantuan rumah harus berusaha untuk lengkapi kekurangan tersebut.

Sementara itu, Marjon K Nenobais mengaku dirinya harus mengumpulkan sisa-sisa pasir dipinggir jalan untuk pemasangan tembok. Sebab, dua kubik pasir dari dana desa Napi hanya untuk fondasi.

“Banyak kekurangan bahan. Saya untungnya waktu itu ada kerja jalan jadi ada sisa-sisa pasir dipinggir jalan sehingga saya kumpulkan untuk pemasangan tembok,”Katanya.

Yunus dan Marjon mengaku tidak ada sosialisasi awal sebelum pihaknya mendapat bantuan rumah yang bahan bangunannya serba kekurangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar