oleh

Alih Forensik Bid Dokkes Polda NTT Beberkan Penyebab Kematian Astri dan Lael

-Berita, Hukrim-355 Dilihat

Ket Foto. Korban Pembunuhan Astri Manafe dan Lael 

Laporan Reporter SUARA TTS .Com 

SUARA TTS.COM | SOE – AKBP dokter Edy Hasibuan, ahli forensik dari Bid Dokkes Polda NTT mengungkap penyebab kematian Astri dan Lael. Ia menyebut ada luka di kepala Astri oleh kekerasan tumpul.

Saat ditemukan, kedua jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut. Bahkan, kondisi kepala jenazah anak sudah tidak ada dan hanya tersisa tengkorak.

Dirinya memastikan, berdasarkan hasil otopsi, kedua korban meninggal dunia karena gangguan pernafasan dan tanda pembengkakan.

“Karena penyempitan dan terjadi kekerasan yang tidak bisa digambarkan karena apa,” ungkao dokter Edy dikutip dari katantt.com.

Hal senada diungkapkan Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto. kedua korban dikatakan Rishian, diduga kuat meninggal dunia karena gangguan pernafasan karena ada bekas cekikan pada leher korban.

“Diduga keras korban meninggal dunia di dalam mobil tersebut akibat tersumbat saluran pernafasan setelah dibekap oleh pelaku,” ujar Rishian saat dijumpai Mapolda NTT Kamis (23/12/2021).

Dari keterangan pelaku lanjut Rishian, diketahui jika Lael dicekik oleh Astri dan korban Astri dicekik oleh tersangka Randy Badjideh di dalam mobil yang disewa tersangka.

Tersangka diketahui sempat terlibat pertengkaran dengan korban Astri sebelum akhirnya mencekik korban.

Pertengkaran antara tersangka dan korban picu oleh Astri yang tidak mengijinkan korban Lael dibawa oleh tersangka.

” Randy diketahui hendak mengambil Lael tapi Astri tidak mengijinkan sehingga mereka bertengkar dan Randy mencekik Astri setelah Astri mencekik Lael,” terang Rishian Krisna.

Terkait modus dan motif kasus tersebut, Rishian menjelaskan, jika tersangka mencoba melepaskan hubungan dengan korban Astri dengan cara menghabisi nyawa korban.

“Tersangka Randy mau memutuskan hubungan dengan cara menghabisi korban. Tersangka hanya menginginkan untuk mengambil Lael dan Astri menolak,” jelasnya.

Atas perbuatannya. tersangka Randy dijerat dengan pasal 340 KUHP sub pasal 338 dan pasal 80 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Rishian mengatakan kalau penerapan pasal ini sesuai hasil penyelidikan penyidik. Penyidik berkeyakinan kuat bahwa tersangka melanggar pasal 340 dan pasal ini menjadi sangkaan primer.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, korban, Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1) keluar dari rumah pada 27 Agustus 2021. korban diketahui dijemput AR dan dibawa ke kos BY di belakang pasar Oebobo. Sesampainya di kos BY, korban dijemput RB dengan menggunakan mobil.

Pada Sabtu 30 Oktober 2021, kedua korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lokasi pengerjaan SPAM kali dendeng. Kondisi kedua korban dalam keadaan rusak karena sudah membusuk dan sulit untuk dikenali.

Pada 25 November, berdasarkan hasil tes DNA dan forensik diketahui identitas dari kedua jenazah tersebut sebagai Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1).

Pada 2 Desember RB datang ditemani Anggota keluarganya ke Polda NTT dan mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap kedua korban.

 

Pada 3 Desember, berdasarkan hasil pemeriksa dan barang bukti penyidik menetapkan RB sebagai tersangka pembunuhan Astri Evita Suprini Manafe (30) dan anaknya Lael Marcabell (1).(DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Lucu.. masa Astrit Cekik Laen dan dibiarkan saja oleh silaki2 yang tadi pingin untuk ambil Laen..
    Kenapa dia sonde selamatkan Laen.. lucu2 logika abal2 di pake bikin analisis