oleh

Akankah Hari Ini Air Bonleu Dibuka?

-Berita-211 Dilihat

Ket Foto : Masyarakat Bonle’u Saat Menutup Air

 

Laporan Reporter SUARA TTS .Com

SUARA TTS .COM | SOE – Hari ini, Senin 15 November 2021 akan digelar pertemuan antara masyarakat Bonleu, PDAM Soe, Perwakilan Pemerintah dan raja-raja di wilayah Mollo yang berlangsung di Desa Bonleu. Pertemuan yang difasilitasi oleh Dr. Harun Y. Natonis S.Pd., M.Si ini bertujuan untuk membuka kembali sumber air Bonleu sehingga air bisa kembali mengalir ke Kota Soe.
Hal ini disampaikan oleh ketua Araksi Alfred Baun kepada SUARA TTS . COM via telepon. Alfred mengatakan, dirinya telah dihubungi oleh Harun terkait rencana pertemuan tersebut. Nantinya, selain para pihak yang disebut di atas, pertemuan tersebut juga akan dihadiri beberapa raja di wilayah Mollo.
” Hari ini ada pertemuan yang difasilitasi oleh Pak Harun guna membuka kembali sumber air Bonleu. Pertemuan juga akan dihadiri oleh raja-raja di wilayah Mollo. Saya dan Ibu Aleta juga akan hadir,” ungkapnya.
Rencana pertemuan bersama masyarakat Bonleu guna membuka kembali sumber air Bonleu juga dibenarkan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan. Dirinya beberapa anggota anggota DPRD lainnya juga akan ikut menghadiri pertemuan yang difasilitasi oleh Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. Harun Y. Natonis S.Pd., M.Si tersebut.
” Iya, sebentar ada pertemuan dengan masyarakat Bonleu untuk membuka air kembali. Tapi semua bergantung dari hasil pertemuan sebentar,” ujar Uksam.
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bonleu bersama Araksi, Selasa 12 Oktober 2021 melakukan aksi penutupan sumber mata air Bonleu. Penutupan sumber mata air untuk kedua kalinya ini dilakukan sebagai buntut kekecewaan masyarakat terhadap ingkar janji Pemda TTS dan DPRD TTS untuk membangun jalan Bonleu pada perubahan APBD Tahun 2021.
Sebelum melakukan penutupan sumber mata air, dilakukan ritual adat terlebih dahulu. Usai melakukan ritual adat barulah pipa pembuangan air dibuka sehingga air dari sumber air Bonleu tidak bisa mengalir ke Kota Soe.
Soleman Fallo, Tokoh Adat setempat mengaku, aksi penutupan sumber mata air tersebut sebagai ekspresi dari kekecewaan masyarakat atas kelakukan “orang tua” (Bupati dan pimpinan DPRD TTS) yang ingkar janji untuk membangun jalan Bonleu. Janji lisan maupun janji tertulis akan pembangunan jalan Bonleu di tahun 2021 hanya isapan jempol semata. (DK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.