oleh

23 Kasus DBD di TTS, Jumlah Kasus Terbanyak Di Kecamatan Kota Soe

-Berita-399 Dilihat

Ket Foto. Nampak salah satu pasien DBD di ruang Melati RSUD Soe

Laporan Reporter SUARA TTS .COM

SUARA TTS.COM | SOE – Terhitung sampai tanggal 10 Januari 2022, Kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai 23 kasus namun demikian semua pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Soe,dr Erwin Leo,M.Kes melalui Kepala Bidang (Kabid) Rekam Medik,I Ketut Subrata kepada SUARA TTS.COM Senin 10 Januari 2022.

Dikatakan jumlah kasus DBD mencapai 23 kasus namun semua pasien dinyatakan sembuh dan sudah pulang.

Ia lantas merincikan dari 23 kasus,22 diantarnya anak kecil dan 1 kasus orang dewasa berusia 25 tahun.

Sementara untuk penyebaran wilayah,Kecamatan Kota Soe terdapat 10 kasus dan sisanya tersebar sedangkan 1 kasus kiriman dari Kupang.

Meski demikian dirinya mengaku kasus DBD menurun jika dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

” Ini ada 23 kasus namun semuanya sudah dirawat dan sudah sembuh sehingga dipulangkan. Masih ada 1 pasien tapi hari ini sudah bisa pulang juga”,ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di lingkungan masing masing dengan tetap menerapkan 3 M plus yakni Menguras, Menutup, Menimbun.

Salah satu pasien DBD,Valeria Womsiwor (6 tahun) warga RT 05 RW 02, desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan yang ditemui di ruang Melati,RSUD Soe pun sedang berkemas untuk pulang karena sudah dinyatakan sembuh.

Arnold Womsiwor, orang tua pasien mengisahkan gejala awal anaknya mengalami panas naik turun pada haru Minggu yang lalu.

Sehingga Senin pagi ia membawanya untuk berobat di Rumah Sakit Muder Ignasia.

Hari Selasa masih panas, Karena itu sore hari mendatangi Dokter praktek dan atas saran dokter dilakukan cek darah dan ternyata ada persoalan pada trombosit.

Ia pun membawa anaknya ke IGD untuk nginap, dan dirawat selama 5 hari.

Ditanya tentang pelayanan ruang Melati, ASN pada Dinas Lingkungan Hidup ini mengaku sangat bagus selama lima hari mendapat pelayanan sangat baik.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa selama lima hari anak saya dirawat, pelayanan sangat baik oleh petugas medis baik dokter maupun perawat”,ujar Arnol.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.